<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373</id><updated>2011-07-08T05:48:33.713-07:00</updated><category term='Muslimdaily'/><category term='Tafakur diri seorang muslim'/><category term='AL MUHAJIRUN'/><category term='KEBUN HIKMAH'/><category term='TAHUID'/><category term='Khilafatul Muslimin'/><category term='KISAH ISLAM'/><category term='Hadist tentang kekhalifahan'/><category term='Sosialisasi umul quro bandung'/><category term='MAKLUMAT KEKHALIFAHAN'/><category term='Eramuslim'/><category term='kemas&apos;ulan cimahi'/><category term='VOA ISLAM'/><title type='text'>KEMAS'ULAN CIMAHI</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-2561558165755830863</id><published>2010-03-19T22:23:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T22:26:07.373-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimdaily'/><title type='text'>Bagaimana Ekonomi Islam mensejahterakan Dunia</title><content type='html'>Sistem ekonomi Islam dibangun di atas pondasi akidah Islam. Ini adalah akidah yang haq karena berasal dari Allah yang dibawa kepada umat manusia melalui Muhammad Rasulullah SAW. Akidah Islam merupakan akidah yang memuaskan akal, menenteramkan jiwa, dan sesuai dengan fitrah manusia. Karenanya peraturan yang terpancar dari akidah Islam seperti sistem ekonomi Islam memiliki karakter yang khas dan manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks individu, kegiatan ekonomi dilandasi oleh nilai-nilai ibadah. Bukan materi yang menjadi orientasi (profit oriented) tetapi keredoan Allah. Mencari materi merupakan perkara mubah bahkan menjadi wajib bagi seseorang apabila ia penanggungjawab nafkah dalam keluarga. Hanya saja untuk mendapatkannya tidak dengan menghalalkan segala cara melainkan harus terikat dengan hukum syara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks negara, kegiatan ekonomi merupakan wujud pengaturan dan pelayanan urusan rakyat. Sebab inilah tugas umum negara. Adapun untuk merealisasikannya, negara menerapkan Syariah Islam baik dalam urusan ekonomi di dalam negeri maupun di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara menerapkan hukum-hukum Allah sebagai koridor kegiatan ekonomi dan bisnis untuk mencegah aktivitas ekonomi yang zhalim, eksploitatif, tidak transparan, dan menyengsarakan umat manusia. Negara menerapkan politik ekonomi agar warga dapat hidup secara layak sebagai manusia menurut standar Islam. Negara juga menjalin hubungan secara global dan memberikan pertolongan agar umat manusia di seluruh dunia melihat dan merasakan keadilan sistem Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memiliki metode untuk membalikkan posisi krisis seperti yang dialami dunia saat ini menjadi sejahtera. Metode tersebut tentu saja dengan menerapkan sistem ekonomi Islam dalam pola hubungan ekonomi global melalui Khilafah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerapkan Mata Uang Berbasis Emas dan Perak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman moneter dunia menunjukkan mata uang kertas (fiat money) bersifat labil dan selalu kehilangan nilai akibat inflasi. Selembar kertas rupiah dengan selembar kertas dolar AS memiliki nilai tukar yang sangat jauh perbedaannya. Padahal secara fisik nilai instrinsiknya kurang lebih sama. Begitu pula selembar rupiah dengan nominal 1.000 daya belinya pada hari ini lebih rendah dibandingkan satu tahun lalu atau jauh lebih rendah dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menyebabkan seseorang yang memegang dan menyimpan uang kertas sangat riskan mengalami kehilangan nilai kekayaan riilnya. Bagi negara yang mata uangnya lemah dibandingkan mata uang kuat negara lain, nilai kekayaannya dalam mata uang asing cenderung merosot, sedangkan hutang luar negerinya membengkak dalam mata uang lokal. Sehingga sebuah negara dan masyarakatnya dapat dimiskinkan dalam sekejap hanya dengan menjatuhkan nilai tukar mata uangnya sebagaimana pengalaman krisis moneter yang menimpa Indonesia pada tahun 1997/1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata uang berbasis emas dan perak adalah mata uang negara khilafah yang memiliki sifat universal. Dominasi dolar AS ataupun mata uang kuat (hard currency) lainnya atas transaksi ekonomi dunia merupakan salah satu metode penjajahan Kapitalisme atas masyarakat dunia yang harus dihentikan dengan mata uang dinar dan dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin untuk mendapatkan uang kertas dolar, Indonesia harus menyerahkan sumber daya alamnya, bekerja keras menghasilkan produk-produk ekspor, bahkan disertai dengan penyerahan kedaulatan negara. Sedangkan bagi AS, untuk mendapatkannya hanya dengan mencetak dolar. Padahal biaya cetak setiap satu dolar AS hanya satu sen dan AS mendapat untung 99 sen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata uang dinar dan dirham menjamin kebebasan setiap negara dan penduduk dunia untuk melakukan transaksi ekonomi dan perdagangan tanpa harus takut mengalami gejolak kurs, kehilangan kekayaan, ataupun mengalami penjajahan moneter. Dengan demikian, keberadaan mata uang ini sebagai alat tukar internasional menjadi salah satu syarat bagi terwujudnya kesejahteraan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memajukan Sektor Riil yang Tidak Eksploitatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Islam adalah perekonomian yang berbasis sektor riil (lihat al-Baqarah: 275). Tidak ada dikotomi antara sektor riil dengan sektor moneter. Sebab sektor moneter dalam Islam bukan seperti sektor moneter Kapitalis yang isinya sektor maya (virtual sector).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memandang kegiatan ekonomi hanya terdapat dalam sektor riil seperti pertanian, industri, perdagangan, dan jasa. Dari sektor inilah kegiatan ekonomi didorong untuk berkembang maju. Hanya saja hukum-hukum tentang kepemilikan, produk (barang/jasa), dan transaksi dalam perekonomian Islam berbeda dengan Kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu diperbolehkan memperoleh kepemilikan sesuai dengan karakter harta yang memang dapat dimiliki oleh individu. Hal ini merupakan pengakuan Islam akan fitrah manusia untuk mempertahankan hidupnya. Bahkan muslim yang meninggal karena mempertahankan hartanya secara haq termasuk mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemilikan individu dibatasi oleh kepemilikan negara dan kepemilikan umum. Individu tidak boleh memiliki harta yang terkatagori harta milik negara dan harta milik umum. Tanpa aturan kepemilikan Islam, pertumbuhan di sektor riil tidak memiliki dampak positif terhadap kesejahteraan seluruh masyarakat secara adil. Sebab peningkatan hasil-hasil ekonomi dan penguasaan sumber daya terkonsentrasi di tangan pemilik modal. Sebaliknya semakin digenjot pertumbuhan ekonomi, eksploitasi terhadap masyarakat dan sumber daya alam semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketimpangan dan masalah distribusi kekayaan merupakan penyakit kronis ekonomi Kapitalis. Menurut Human Development Report 2007, 20% penduduk paling kaya menghasilkan 3/4 pendapatan dunia, sedangkan 40% penduduk paling miskin hanya menghasilkan 5% pendapatan dunia. Lebih dari 20% penduduk dunia hidup di bawah garis kemiskinan dengan standar US$ 1,25 per hari (Globalissues.org, Poverty Facts and Stats). Dalam laporan FAO, pada 2009 diprediksi dari 6,5 milyar penduduk dunia 963 juta di antaranya kelaparan (Kompas, 10/12/2008). Tahun lalu 31,5 juta rakyat Amerika hidup dengan bantuan kupon makan dari pemerintah (allheadlinenews.com, 18/12/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak adanya aturan tentang kepemilikan umum dalam perekonomian Kapitalis menyebabkan negara menjadi mandul. Sumber daya ekonomi dan pelayanan publik yang secara karakteristiknya tidak bisa dimiliki individu dan seharusnya menjadi milik bersama oleh negara diserahkan kepada swasta dan investor asing. Akibatnya rakyat harus membayar mahal untuk mendapatkan layanan publik dan barang-barang yang dihasilkan dari sumber daya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk membiayai APBN secara layak dan terjebak hutang, swasta dan investor asing justru memperoleh pendapatan tinggi dari sektor-sektor ekonomi yang seharusnya dimiliki bersama oleh masyarakat. Misalnya korporasi AS Exxon Mobil yang bergerak di sektor pertambangan minyak dan gas, pada tahun 2007 memiliki penghasilan lebih dari 3 kali lipat APBN Indonesia 2009. Keuntungan bersih Exxon Mobil naik dari US$ 40,6 milyar pada tahun 2007 menjadi US$ 45,2 milyar tahun 2008 (investorguide.com, Exxon Mobil Company Profile).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan sektor riil hingga saat ini hanya berkutat di tangan sekelompok kecil orang khususnya Multinational Corporation (MNC). MNC memonopoli perekonomian di seluruh dunia dari hulu ke hilir sehingga aset sebuah MNC lebih besar dari PDB sebuah negara. Dengan mendorong sektor riil dunia di bawah pola ekonomi Islam, setiap pertumbuhan di sektor riil diimbangi dengan distribusi kepemilikan yang adil sehingga masyarakat memiliki kebebasan untuk mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara dalam ekonomi. Dengan menutup sektor maya (sektor non riil) dari perekonomian akan lebih banyak modal dan lapangan kerja terbuka untuk masyarakat dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menciptakan Mekanisme Pasar Internasional yang Adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdagangan global sewajarnya memiliki fungsi bagi setiap negara untuk mendapatkan manfaat pemenuhan kebutuhan nasional dan peningkatan kesejahteraan. Namun tata perdagangan global saat ini berlangsung dengan sangat tidak adil. Negara-negara di dunia dipaksa membuka pasar mereka, mencabut segala rintangan dagang, sedangkan negara-negara maju menutup pasar mereka dengan berbagai aturan dagang yang dibuat-buat. Negara-negara maju memaksa negara lain mencabut subsidi di sektor pertanian dan industri, tetapi mereka sendiri melakukan subsidi besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara di dunia dipaksa untuk menerapkan pasar bebas dan perdagangan bebas. Nyatanya pasar bebas yang didengung-dengungkan Kapitalisme justru memasung dunia dalam penjajahan ekonomi. Tidak ada kebebasan bagi sebuah negara yang terjajah untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya melalui perdagangan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, pemerintah Afrika Selatan diseret ke pengadilan oleh korporasi farmasi Barat karena telah menerbitkan undang-undang yang mengijinkan impor obat-obatan generik dari Brazil untuk pengobatan di negara yang paling banyak penderita AIDSnya. Sedangkan Brazil selaku produsen obat murah diadukan oleh AS ke WTO dengan tuduhan melanggar undang-undang hak paten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam hubungan dagang dapat diberlakukan terhadap negara-negara lain jika secara politik negara tersebut terikat perjanjian damai dengan negara khilafah. Hubungan dagang internasional tidak dilakukan atas motif keserakahan menguasai perekonomian luar negeri, melainkan untuk mendapatkan manfaat dari pertukaran baik dari sisi kebutuhan akan suatu komoditas maupun dari keuntungan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme pasar dalam Islam tidak mengharamkan adanya intervensi negara seperti subsidi dan penetapan komoditas yang boleh diekspor. Sebaliknya negara tidak pernah melakukan intervensi dengan cara mematok harga. Harga dibiarkan berjalan sesuai mekanisme supply dan demand. Untuk mempengaruhi harga negara mengintervensi melalui mekanisme pasar. Negara juga tidak mengenakan cukai atas komoditas yang datang dari negara lain jika negara tersebut tidak memungut cukai atas komoditas yang dibawa warga negara khilafah. Inilah pola hubungan dagang internasional yang adil dan tidak saling mengeksploitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengemban Misi Kemanusiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Islam menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Di dalam negeri, khilafah menjalankan politik ekonomi yang bertujuan menjamin pemenuhan kebutuhan pokok setiap warga negara. Khilafah juga mendorong warga dapat memenuhi kebutuhan sekunder dan tersiernya dalam batas-batas kemampuan yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar negeri, khilafah menjalankan politik dakwah dan jihad. Dalam kerangka dakwah dan kemanusiaan, khilafah dapat menggunakan kekuatan ekonominya untuk menolong bangsa lain yang sedang ditimpa bencana. Sejarah mencatat, pada abad ke 18 Khilafah Turki Utsmani pernah mengirimkan bantuan pangan kepada Amerika paska perang melawan Inggris. Khilafah juga pernah mengirimkan bantuan uang dan pangan untuk penduduk Irlandia yang terkena bencana kelaparan besar yang menewaskan lebih dari 1 juta orang. Apa yang dilakukan Khilafah Islamiyah di masa lalu justru bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh Amerika saat ini. Amerika menghancurkan dan membunuh jutaan kaum Muslim di Irak dan Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat dunia saat ini menghadapi kesengsaraan yang luar biasa. Setiap hari 26.500 - 30.000 anak-anak meninggal akibat kemiskinan (Globalissues.com, Poverty Fatcs and Stats). Kematian anak-anak tersebut bukan disebabkan oleh ketidakcukupan bahan pangan dan ketiadaan sarana pertanian. Problemnya adalah sistem ekonomi yang eksploitatif dan serakah yang menyebabkan timpangnya distribusi kepemilikan.&lt;br /&gt;Ekonomi Islam merupakan solusi bagi umat manusia untuk keluar dari krisis dan hidup sejahtera. Untuk itu kita membutuhkan Khilafah Islamiyah sebagai institusi yang menerapkan ekonomi Islam.[rofx/je]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-2561558165755830863?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/2561558165755830863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2010/03/bagaimana-ekonomi-islam-mensejahterakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/2561558165755830863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/2561558165755830863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2010/03/bagaimana-ekonomi-islam-mensejahterakan.html' title='Bagaimana Ekonomi Islam mensejahterakan Dunia'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-3191207502769520973</id><published>2009-11-29T23:28:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T23:31:16.361-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur diri seorang muslim'/><title type='text'>Dahsyatnya proses sakaratul maut</title><content type='html'>Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).&lt;br /&gt;Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.&lt;br /&gt;Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.&lt;br /&gt;Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.&lt;br /&gt;Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kematian datang secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat&lt;br /&gt;Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-3191207502769520973?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/3191207502769520973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/11/dahsyatnya-proses-sakaratul-maut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/3191207502769520973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/3191207502769520973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/11/dahsyatnya-proses-sakaratul-maut.html' title='Dahsyatnya proses sakaratul maut'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-8217541597424657957</id><published>2009-11-04T04:08:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T04:46:18.713-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAHUID'/><title type='text'>TAUHID ASMA  WA SHIFAT</title><content type='html'>Sikap berlebihan dalam persoalan Asma' dan Sifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyikapi masalah ini, pada zaman kita sekarang, manusia terbagi dalam tiga kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pertama, kelompok yang bersikap secara berlebihan. Menghidupkan pertentangan  seputar masalah ini. Membangkitkan fitnah di tengah-tengah umat. Bahkan, dia menggulirkan istilah-istilah dan pembagian yang tidak difahami akal mereka dan tidak meningkatkan pengetahuan mereka. Dia juga menyulut api perdebatan dan perselisihan yang tidak ada ujungnya. Kemudian dia menjadikannya sebagai dasar acuan wala' dan bara'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kedua, keompok yang terlalu meremehkan dan tidak memberi perhatian. Menganggapnya tidak bermanfaat. Melarang untuk mendalaminya karena menilainya sebagai sumber fitnah yang harus dijauhi, dan terlaknat siapa yang menghidupkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini jelas sebuah kesalahan, sebagaimana kelompok pertama, karena surat al-Ikhlash yang nilainya menyamai sepertiga al-Qur'an berbicara tentang nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya.&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ  اللَّهُ الصَّمَدُ  لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ  وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah: 'Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia'." (QS. Al-Ikhlas: 1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ayat Kursi, ayat teragung dalam al-Qur'an, berbicara tentang Allah, Nama-nama dan sifat-Nya. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Baqarah: 255)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ketiga, kelompok yang bersikap adil dan moderat, yang tidak berlebihan seperti kelompok pertama dan tidak terlalu meremehkan seperti kelompok kedua. Mereka mengajak umat untuk berpegang dengan kesepakatan umum yang sudah jelas dan pasti. Sedangkan untuk pendalaman dan perincinya, yang tidak mampu dipahami akal orang awam, diserahkan kepada para ulama yang mendalami masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara inilah fitnah dapat diredam. Tidak malah mengipasi api perselisihan yang bisa menyebabkan pertentangan. Tidak pula diam sehingga bisa muncul berbagai persepsi dan ruwetnya masalah ini. Namun, tetap menyampaikan kebenaran kepada umat dan memberi penjelasan dengan rinci kepada mereka sesuai kadar akalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengisyaratkan adanya kaitan antara al-Kitab dan timbangan agar manusia bersikap adil dalam firman-Nya, QS. Asy-Syura: 17,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَالْمِيزَانَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Ta'ala, QS. Al-Hadid: 25,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-8217541597424657957?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/8217541597424657957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/11/tauhid-asma-wa-shifat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/8217541597424657957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/8217541597424657957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/11/tauhid-asma-wa-shifat.html' title='TAUHID ASMA  WA SHIFAT'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-3551806763259897045</id><published>2009-09-09T20:24:00.000-07:00</published><updated>2009-09-09T20:31:09.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='VOA ISLAM'/><title type='text'>SEBAB SEBAB TIMBULNYA BENCANA DIMUKA BUMI</title><content type='html'>Bentuk kerusakan di muka bumi tidak hanya berupa kekeringan dan gempa akan tetapi lebih dalam dari itu, hakikat kerusakan dan bencana adalah ketika hak Allah terhadap hamba tidak terealisir, Manusia menyimpang dari fitrah keagamaan dan menyeleweng  dari tauhid, hukum Allah sekedar lembaran berharga yang hanya disimpan rapi di dalam lemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah hakikat kerusakan dan bencana, karena jika sebaliknya yang terjadi, maka yang ada adalah rasa aman dan damai dengan kehidupan yang Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.” [QS. Muhammad : 22-23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab timbulnya bencana dan kerusakan di bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekufuran dan kesyirikan yang menjamur serta menyimpangnya Manusia dari rel tauhid dan aqidah yang lurus, itulah yang dapat menimbulkan banyak bencana dan malepetaka di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa bukti nyata tentang pernyataan di atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kehancuran alam semesta pada hari kiamat hanya akan dialami oleh orang-orang musyrik dan tersesat dari jalan tauhid. Sedangkan orang-orang yang masih memendam sekecil apapun tauhid dalam dadanya tidak akan mengalami huru-hara kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “dan tidak akan datang kiamat itu sehingga beberapa kabilah dari umatku mengikuti tingkah laku kaum musyrik, dan sehingga ada beberapa kabilah dari ummatku yang menyembah berhala” [Shahih Jami’ush Shagir 6: 174. no.7295]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beliau juga bersabda: “Tiba-tiba Allah mengirimkan angin yang baik lantas menerpa mereka lewat ketiak mereka, kemudian mengambil ruh tiap-tiap orang mu’min dan muslim dan tinggallah manusia-manusia jahat yang keadaannya kacau balau seperti himar. Maka pada zaman mereka inilah hari kiamat terjadi [Shahih Muslim 18:70]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Allah memastikan ‘adzab yang pedih bagi mereka yang sombong sewaktu diajak kepada akidah tauhid. Allah berfirman: “Sesungguhnya mereka dahulu jika dikatakan kepada mereka : ‘Laailaha illallaah’ (tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan haq kecuali Allah), mereka menyombongakn diri.” [QS.37:35]. Terhadap sikap mereka ini Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan ‘adzab yang pedih”[QS.37:38].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hampir-hampir semesta alam ini menjadi hancur karena dakwaan orang-orang kafir “Allah memiliki anak”. Sebagaimana Allah berfirman : “Dan mereka berkata : ‘Tuhan yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Seungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu dan bumi terbelah dan gunung-gunung runtuh’ (QS Maryam :88-90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Allah menimpakan kenistaan dunia dan akhirat kepada yahudi/bani israil karena menyalahi perjanjian terbesar dan pertama dengan-Nya yakni agar mereka jangan menyembah selain Allah dan beberapa perjanjian yang lainnya, akan tetapi perjanjian pertama yang dilakukan adalah perjanjian tauhid. Allah berfirman: “dan ingatlah ketika kami mengambil janji dari bani israil yaitu janganlah kamu menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak yatim” (QS. Al-Baqarah:83). Kemudian di ayat yang ke 85 Allah berfirman terhadap yahudi yang merusak perjanjian tersebut: “tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat mereka dikembalikan pada adzab yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rasulullah bersabda tentang orang-orang yang mengingkari takdir dan kaum zindiq yang berkeyakinan batil “Sesungguhnya akan terjadi perubahan bentuk muka dan kerusuhan pada ummatku, yaitu pada kaum zindiq dan kaum qadariyyah”. (HR. Ahmad 973-74 sanadnya shahih). Di zaman ini telah banyak bermunculan slogan-slogan kufur seperti “jadilah pencipta takdirmu sendiri” maka jangan heran kalau adzab merata dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah yang mendarah daging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah (mengada-ada dalam urusan agama) merupakan salah satu penyebab timbulnya kerusakan karena bid’ah merupakan biang kerok perpecahan ummat islam. Bayangkanlah bila pemuka-pemuka agama dimasing-masing negeri islam membuat cara-cara baru dalam mendekatkan diri kepada Allah yang tidak pernah dilakukan oleh nabi dan sahabat, kemudian masing-masing mereka memiliki pengikut dengan fanatisme golongan (‘ashabiyah) yang membabi buta, dan fanatisme tersebut diperkuat dengan fanatisme kebangsaan atau nasionalisme,  hal ini membuat kaum muslimin terkotak-kotak, lemahnya kekuatan mereka dan jatuhnya wibawa di depan orang kafir, sehingga dengan mudah negeri-negeri islam dijajah oleh orang kafir, kehormatan dan harta mereka dirampas, semua ini dikarenakan bid’ah yang memecah belah ummat. Rasulullah bersabda tentang hal ini : "barang siapa yang hidup setelahku niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah pada khulafaurasyidin yang terpimpin dan lurus, gigit erat dengan taring-taring kalian dan jauhkanlah perkara-perkara yang baru (bid’ah) karena Sesungguhnya setiap bid’ah adalah sesat” (HR. At-Tirmidzi, Hasan Shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bayangkanlah bila pemuka-pemuka agama dimasing-masing negeri islam membuat cara-cara baru dalam mendekatkan diri kepada Allah yang tidak pernah dilakukan oleh nabi dan sahabat, kemudian masing-masing mereka memiliki pengikut dengan fanatisme golongan (‘ashabiyah) yang membabi buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakadanya sikap Al-Wala’ dan Al-Bara’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak adanya dinding al wala’ wal-bara’ sebagai dinding pemisah antara iman dan kufur, antara tauhid dan syiik sunnah dan bid’ah akhlak yang mulia dan akhlak yang rusak adalah termasuk penyebab terjadinya bencana dan macam-macam musibah. Yang dimaksud dengan Al Wala’ dan wal-bara’ ialah, membatasi ibadah dan keta’atan hanya kepada Allah Swt semata, tidak berbuat syirik dan menolak terikat dengan syari’at apappun selain dari pada syari’at yang bersumber dari Allah Swt semata. Termasuk juga dalam tidak mencintai orang kafir dan inkar terhadap semua ajaran kufur dan syirik yang ada di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, pemuda-pemuda Islam yang meniru gaya hidup orang kafir merupakan gambaran adanya kecintaan terhadap orang kafir. Padahal ini tidak mungkin ada pada diri orang mukmin (Qs. Mujadalah : 22). Kecintaan terhadap orang kafir menunjukkan kerelaan atas kekafiran mereka dan kemusyrikan mereka terhadap Allah. Ini adalah suatu yang dahsyat disisi Allah. Ketahuilah, bahwa rasulullah diutus untuk memerangi orang-orang kafir, musyrik sampai mereka bertauhid dan mengucap dua kalimat syahadat (sebagaimana yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim). Maka tidak adanya rasa cinta seorang mu’min kepada kekafiran dan kemusyrikan harus diwujudkan dengan menyelisihi orang-orang kafir dalam hal ibadah, muamalah, dan akhlak. Jika tidak, maka akan timbul kerusakan yang besar di bumi sebagaimana difirmankan-Nya: “Jika kamu (hai para muslim) tidak melaksanakanNya (Al-wala’ wal bara’ atau menyayangi muslim dan memusuhi kekafiran karena Allah), niscaya akan terjadi kekacauaan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (Surat Al-Anfal:720).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA SEBAB LAIN YANG DIJELASKAN OLEH HADITS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar, meriwayatkan dari Nabi, beliau bersabda: “Baagaimana keadaan kalian apabila terjadi lima perkara pada diri kalian, aku berlindung kepada Allah hal itu akan terjadi pada kalian, atau kalian mendapatinya:1.Tidaklah fahisyah (perzinahan) muncul pada suatu kaum, yang mereka melakukannya secara terang-terangan, kecuali akan muncul berbagai wabah dan berbagai penyakit (baru) yang belum pernah terjadi pada orang-orang sebelum mereka.[1] 2. Tidaklah suatu kaum mencegah (enggan membayar) zakat, melainkan mereka akan dicegah dari turunnya hujan dari langit, dan jika bukan karena binatang ternak niscaya hujan itu tidak akan diturunkan.[2] 3.Tidaklah suatu kaum berbuat curang pada timbangan dan takaran (jual beli), melainkan mereka akan di’adzab dengan paceklik, kesusahan hidup dan kezhaliman penguasa.[3] 4.Tidaklah para pemimpin mereka berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah (selain syari’at islam), melainkan Alah akan menjadikan musuh menguasai mereka, lalu merampas sebagian (wilayah Negara dan asset) yang ada dari apa yang ada di tangan mereka.[4] 5.Dan tidaklah mereka meninggalkan kitabullah dan sunnah nabinya melainkan Allah jadikan perselisihan di antara mereka.[5]” [Shahih dengan penguatnya, Ash-Shahihah I/106 oleh Al-Albani].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pada ummat ini akan terjadi tanah longsor, perubahan bentuk muka dan kerusuhan. Lalu ada seorang dari kaum muslimin bertanya: ‘Wahai Rasulullah kapankah terjadinya hal itu?’ Beliau menjawab: apabila disana-sini telah banyak biduan (penyanyi) dan alat-alat musik serta khamar yang sudah biasa diminum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imron bin Hushain meriwayatkan dari Rasulullah, beliau bersabda: “Pada ummat ini akan terjadi tanah longsor, perubahan bentuk muka dan kerusuhan. Lalu ada seorang dari kaum muslimin bertanya: ‘Wahai Rasulullah kapankah terjadinya hal itu?’ Beliau menjawab: apabila disana-sini telah banyak biduan (penyanyi) dan alat-alat musik serta khamar yang sudah biasa diminum”. [Shahih Jami’ush Shagir 4/103 No. 4119 oleh Al-Albani]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tsauban, beliau berkata: Rasulullah bersabda: “Sudah dekat (masanya) dimana ummat-ummat lain (di dunia) akan berkumpul untuk menghadapi kalian sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang makan menghadapi bejana makanannya” Lalu seorang bertanya: “Apakah (jumlah) kami pada saat itu sedikit?” Beliau menjawab: “Tidak, bahkan kalian pada saat itu banyak akan tetapi kalian itu seperti buih banjir, dan Allah akan menghilangkan dari diri musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan menimpakan kepada hati-hati kalian wahn”, Lalu seorang bertanya lagi: “Wahai Rasulullah apa wahn itu?”, Beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” [Sunnah Abu Dawud No. 4297 dan Albani berkata shahih] dalam riwayat hadits lainnya  :” benci pada perang (jihad fisabilillah).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang kafir tidak takut lagi terhadap ummat islam, padahal dahulu kaum muslimin telah membuat gentar ummat kafir, sebagaimana firmanNya: “Akan kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka itulah seburuk-buruknya tempat tinggal orang yang zalim.” [Qs. Ali Imran: 151]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOLUSI ISLAM DARI KEHINAAN YANG MENIMPA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan diagnosa terhadap penyakit-penyakit yang menyerang ummat ini maka dengan kebijaksanaan dan ilmuNya Allah telah memberikan jawaban sebelum kita bertanya. Tentu saja obat dari semua ini adalah meninggalkan sajauh mungkin apa yang menjadi sebab-sebab timbulnya bencana serta kerusakan, dan hal tersebut tersebut telah sedikit dipaparkan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun satu ramuan yang dijabarkan Rasulullah kiranya cukup menjadi obat. Beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kalian berjual beli dengan ‘Iinah (riba), mengikuti ekor-ekor sapi/kerbau  (sibuk dalam bertani) dan ridho terhadap (hasil pertanian (sibuk dengan gemerlam dunia) serta meninggalkan jihad di jalan Allah. Maka Allah akan menimpakan kepada kalian kerendahan dan tidak mencabutnya dari kalian dan tidak menabutnya dari kalian sampai kalian kembali kepada jalan agama kalian” dalam riwayat lain: “sampai kalian kembali kepada urusan kalian yang pertama (yakni gaya hidupnya Shahabat)” [Hadits Hasan lih Tasfiyah wa Tarbiyah hal 7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali menapaki jalan Salaful Ummah (Sahabatu Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa-sallam wa ridwaanullahi ‘alaihim) dalam ilmu dan amal serta jihad dan dakwah adalah satu-satunya jembatan menuju gerbang kemuliaan dan kejayaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Kemaksiaatan yang terselubung hanya akan ditimpakan ‘adzab kepada pelakunya, akan tetapi manakala kemaksiatan telah marak dan dipertontonkan maka Allah akan turunkan ‘adzab secara merata. Allah berfirman : “Dan peliharah dirimu daripada siksa yang tidak khusus menimpa orang-ornang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaNya.” [QS.8:25]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Mengingkari kewajiban zakat bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Allah berfirman: “Kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila mereka menakar atau menimbang dari orang lain, mereka minta dipenuhi dan apabila mereka memakan atau menimbang setiap orang mereka menguranginya” [Al-Muthafifin: 1-3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Lalu bagaimana keadaan orang-orang yang berkata: “Suara rakyat adalah suara Tuhan”. Kemudian mereka berhukum dengan suara rakyat sekalipun itu bertentangan dengan syari’at dan undang-undang Allah dan Rasulnya di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah? Sungguh jika engkau menghayati sabda Nabi tersebut, engkau tidak perlu heran jika adzab Allah berupa kerusakan dan bencana datang secara berantai tak mengenal henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikarenakan manusia telah meninggalkan apa kata Allah dan apa kata RasulNya. Allah berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 44, 45 dan 47: “Sesungguhnya kami telah menurunkan Kitab Taurat didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh Nabi-Nabi yang menyrahkan diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut terhadap manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At-Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hendaklah orang-orang perngikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Perselisihan diantara sesama muslim merupakan salah satu bentuk bencana atau adzab dari Allah. Dan obatnya adalah bersatu bersama dibawah panji Al-Qur’an dan As-Sunnah, juga dibawah panji Khilafah Akan tetapi perlu dicatat, bahwa ketika Rasulullah mengucapkan sabdanya diatas ia mendengar langsung dan memahami tafsirannya dengan pemahaman yang lurus adalah para sahabat, sehingga untuk ummat Muhammad SAW setelah beliau dan para sahabat membutuhkan satu lagi elemen penting agar dapat mempersatukan barisan kaum muslimin yakni fahmu as-salaf (metode salaf/sahabat dalam memahami dan memperaktikan Al-Qur’an dan As-sunnah). Maka terkumpulah empat syarat utama menuju persatuan Islam yang hakiki yang dapat meredam setiap perselisihan: 1) Al-Qur’an, 2) As-Sunnah, Al-Khilafah dan 3) Faham Sahabat terhadap keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu kita harus mengkaji dan terus mengkaji dari warisan-warisan ilmiah para ulama yang mengikuti jejak salafus shalih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-3551806763259897045?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/3551806763259897045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/09/sebab-sebab-timbulnya-bencana-dimuka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/3551806763259897045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/3551806763259897045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/09/sebab-sebab-timbulnya-bencana-dimuka.html' title='SEBAB SEBAB TIMBULNYA BENCANA DIMUKA BUMI'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-7440003001287840207</id><published>2009-08-16T20:48:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T20:58:03.648-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AL MUHAJIRUN'/><title type='text'>ADABUL KALLAM</title><content type='html'>Etika Dalam Berbicara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Perhatikanlah lidahmu, kebanyakan manusia masuk neraka disebabkan oleh lidah mereka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan lidahmu dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.kesaksian palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Bergunjing atau ghibah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Penyebaran berita baru (tanpa mengecek kebenaran berita) &lt;br /&gt;4.Berbohong &lt;br /&gt;5.Berbicara yang tidak berguna (omong kosong) &lt;br /&gt;6.Berbicara kekufuran &lt;br /&gt;7.Berbicara mengenai perkara seksual &lt;br /&gt;8.Berbicara mengenai apa yang tidak diperkenankan Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  (Berbicara yang dilarang Allah SWT) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga Lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seseorang terkadang mengeluarkan perkataan yang tiada diperhatikan, tahu-tahu dirinya terperosok ke jurang neraka sedalam jarak timur dan barat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR Bukhori No. 6477 / Muslim No. 2988 / musnad Imam Ahmad No. 8703) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dalam hadits lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seseorang yang berkata dengan suatu perkataan yang membuat orang-orang tertawa, maka dia akan pergi dengan perkataannya itu ke tempat yang jauh (dari dunia masuk ke neraka)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(musnad Imam Ahmad No. 8967). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sumpah dengan memakai konotasi seksual adalah jelas haram &lt;br /&gt;Perbuatan mengutuk (seseorang) adalah jelas tidak dibenarkan Bagaimana pun juga kutukan kepada orang-orang kafir telah datang dari Al-Qur’an, sebab Allah telah mengutuk mereka, meskipun kita tidak mengutuk mereka setiap waktu karena hal itu tidak perlu. Berbicara yang mengakibatkan seseorang sampai terlihat buruk (mengejek) adalah haram &lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang muslim tidak boleh bersumpah yang berisi kutukan atau ejekan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak diperbolehkan untuk bersumpah atas sesuatu dengan bersandarkan atas batu, angin, waktu dan lain-lain (tidak diperbolehkan bersumpah atas selain Allah SWT.). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seseorang tiada terasa terkadang mengucapkan suatu kalimat yang menjadi faktor ia memperoleh ridho Allah, tahu-tahu derajatnya menanjak beberapa tingkat, dan sebaliknya seseorang terkadang melontarkan suatu ucapan yang mengakibatkan murka Allah dengan tiada diperhatikan, tahu-tahu dirinya sudah jauh terperosok ke jurang neraka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR Bukhori No. 6478 / Musnad Imam Ahmad No. 8206 / Al-Muwatta’ No. 1849)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mu’adz Ibnu Jabir bertanya kepada Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rasul, jelaskanlan kepadaku tentang amal perbuatan  yang mewajibkan aku masuk surga dan menjauhkannya dari api neraka ?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pangkal segala perkara (agama Islam), tiangnya sholat lima waktu dan puncak dari segala perbuatan baik adalah jihad, lalu Rasulullah bertanya lagi ? Maukah aku tunjukkan kunci pembuka semuanya ? Dia menjawab ? Baik ya Rasulullah. Rasulullah SAW bersabda :’Jagalah ini (mulut/lidah) sambil beliau pegang. Dia bertanya lagi: ‘Ya Rasul, adakah tuntutan bagi perkataanku semuanya ? Rasulullah menjawab : “ Celaka kau, ketahuilah kebanyakan manusia terjerumus ke jurang neraka, akibat ucapan yang keluar dari lidahnya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Musnad Imam Ahmad No.21511 / Tirmidzi No. 2616 / Ibnu Majah No. 3973). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jahl Ibnu Sa’id, Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang menjadi penjamin untuk penjagaan antara bibirmu (lidahmu) dan antara kakinya (perbuatannya), aku (sunnahku)adalah penjamin untuk surga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR Bukhori No. 6474 / Musnad Imam Ahmad No. 22136 / Tirmidzi No. 2408) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id Al Khudri,Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila waktu pagi tiba, anggota tubuh seseorang memberi peringatan kepada mulut atau lidah, katanya: ? Hai mulut, berhati-hatilah kamu dalam menjaga keselamatan kami, sebab selamat atau tidaknya kami tergantung kepadamu, jika engkau selalu lurus maka selamatlah kami, tetapi jika kau menyimpang atau sesat maka kamipun ikut sesat pula.” (Musnad Imam Ahmad No. 11498 / 11908 / Tirmidzii 2407) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berkata yang baik atau diam (tutup mulut) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairoh berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, dia tidak akan berbuat kerusakan terhadap tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dia akan menghormati tamu. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah menghalangi seseorang menyampaikan kebaikan (Islam) atau kalau tidak mampu hendaklah diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( HR. Bukhori No. 6018 / Muslim No.47 / Musnad Imam Ahmad) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Setiap perkataan yang baik adalah ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Abu Hurairoh berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berdamai dengan sesama manusia adalah shodaqoh, keadilan yang diterapkan setiap harinya adalah shodaqoh, setiap orang yang kamu tolong dengan memberi makan pada binatang piaraannya adalah shodaqoh dan perkataan yang baik adalah shodaqoh dan setiap langkah untuk menunaikan sholat adalah ibadah dan menyingkirkan sesuatu yang berbahaya dari jalan adalah shodaqoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( HR. Bukhori No. 2989 / Muslim No. 1009 / Musnad Imam Ahmad No. 27400 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Uday Ibnu Hakim, Rasulullah SAW pernah menyebutkan tentang neraka dan ketika dia menyebutkannya raut mukanya berubah dan berkata : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“A’udhzubillah’ dan dia berkata dua kali kemudian beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Takutlah kepada Allah dan selamatkanlah dirimu dari api neraka yang merupakan ketetapan yang pasti tanggalnya, jika kamu tidak dapat berbuat kebajikan, maka berkatalah dengan perkataan yang baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Bukhori No. 6562 / Muslim No. 1016/ Musnad Imam Ahmad No.17782 dan An Nasa`i No.2553) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sesuatu kebaikan adalah sedikit berbicara dan tidak berbicara kecuali yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Mughiroh Ibnu Shu’bah, Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah melarangmu untuk tidak mematuhi perintah orang tuamu, melarang untuk tidak menghormati orang tuamu, untuk mengambil dan memberi sesuatu yang tidak benar, mengubur anak-anakmu (yang baru lahir) dan tidak menyukai perbuatan ghibah atau menggunjing dan banyak bertanya tentang sesuatu yang tidak bermanfaat serta pemborosan dari uangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Bukhori No. 5975/Muslim No.593/Musnad Imam Ahmad No. 1781)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jabir Ibnu Abdullah, Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang mencintaiku, maka ia akan duduk denganku di dalam majelis di hari perhitungan nanti, mereka adalah orang yang memiliki karakter yang baik (memiliki kepribadian Islam) dan mereka yang membenciku, maka ia akan jauh dari majelisku pada hari perhitungan nanti, mereka adalah at-tatharun, yaitu orang-orang yang banyak bicara (terutama membicarakan sesuatu yang tidak islami) dan mereka ketika berbicara dengan keras (al-mudashadikun- ketika kamu menekankan kata yang membuat pembicaraan menjadi panjang dan diiringi oleh ekspresi wajah) dan mutafayqihun- mereka adalah orang-orang yang tidak terpelajar, tetapi berkata tentang fiqh berdasarkan pemikirannya sendiri (atau memberi fatwa). Shahabat bertanya:‘Kita tahu bahwa mereka banyak bicara, kita tahu tentang mereka yang berbicara keras tetapi apakah mereka adalah orang-orang yang alim ?  Rasulullah SAW menjawab: “mereka adalah orang-orang yang sombong dan tidak memiliki ilmu pengetahuan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Musnad Imam Ahmad No.17278/Tirmidzi 2018/Sharh muslim XII hal 10) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab berkata: ‘Siapa saja yang banyak bicara dia memiliki juga banyak dosa.’ &lt;br /&gt;Ibn Kaasib berkata: ‘Saya mendengar Imam Malik berkata bahwa tidak baik banyak bicara, ambillah pelajaran dari wanita dan anak-anak dan berhati-hatilah akan hal itu.’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berhati-hatilah terhadap perbuatan ghibah /menggunjing dan memfitnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menyebutkan perihal tentang saudaramu yang muslim terhadap apa yang tidak disukainya adalah perbuatan ghibah/menggunjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ghibah adalah membicarakan karakter seseorang, atribut-atribut fisik dibelakangnya yang jika ia (orang itu) tahu dia tidak akan menyukai pembicaraan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Membicarakan orang untuk keperluan persaksian bukan merupakan bentuk ghibah meskipun orang yang dibicarakan tidak ingin hal itu diketahui oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Membicarakan kecacatan/kejelekan seseorang, yang orang itu tidak ingin kecacatannya diketahui orang, maka termasuk ghibah sebab telah membicarakan hal kecacatan/keburukan fisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Membicarakan seseorang menjadi suatu kebutuhan jika diperlukan untuk kesaksian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Huroiroh menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu tahu yang disebut ghibah/menggunjing itu ? Dia berkata:  ‘Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.’  “Membicarakan seseorang dibelakangnya yang mana orang yang dibicarakan tidak menyukainya.” ‘Apakah tetap menghina/menggunjing jika yang dibicarakan adalah suatu kebenaran? Jika yang dibicarakan benar maka itulah yang disebut ghibah dan jika yang dibicarakan adalah salah maka disebut dengan fitnah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Muslim No.2589/Musnad Imam Ahmad No. 2160/Tirmidzi No.1934)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan termasuk ghibah jika tertuju untuk orang yang fasiq.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Tirmidzi/Faidhil Kabir vol 6 hal 28/Kitab Tadribi Ar-Raawi (Imam Suyuthi) vol 2 hall 274)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik dan berbuat zina dan mereka tidak mendatangkan 4 orang saksi, maka deralah mereka yang menuduh itu dengan 80 kali dera dan janganlah kamu terima kesaksian mereka selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasiq,kecuali orang-orang yang bertaubat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS. 24 : 4-5) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Haram untuk mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya bebas berbuat apa saja yang saya suka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak peduli &lt;br /&gt;Bersumpah selain dari Allah &lt;br /&gt;Manusia mengerjakan apa saja (yang ia sukai) &lt;br /&gt;Adanya kebebasan dalam beragama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berbohong dalam keadaan sadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berbohong adalah bentuk kebalikan dari realita (kenyataan) baik ia paham maupun tidak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaknya kamu bersama orang-orang yang benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS 9 : 119) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbohong adalah perbuatan haram dan siapa saja yang mengingkarinya (bahwa berbohong itu adalah haram) adalah kafir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairoh berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanda-tanda orang munafiq ada 3, ketika berbicara dia berbohong, ketika dia berjanji dia mengingkarinya dan ketika kamu memberinya amanah dia menghianatinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Bukhori No. 6095)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tanda-tanda dari orang munafiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ketika kamu mempunyai perjanjian dengannya, dia merusaknya dan ketika dia marah dia bersumpah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS.4:62) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbohong adalah salah satu tanda(yang disebut dalam Al-Qur`an sebagai tanda-tanda orang kafir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah berkata : ‘Berhati-hatilah atas tafsir yang merupakan variasi/tipe dari pengkhabaran yang berasal dari Allah SWT (Al-Qur’an)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Abdullah Ibnu Amru berkata: ‘Yang termasuk dosa besar adalah syirik, durhaka pada orang tua, berbohong dan bersaksi palsu.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Bukhori No.6675/Tirmidzi No.3021)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada 3 tempat/kondisi berbohong yang diperbolehkan yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. dalam jihad (perang) &lt;br /&gt;2. dalam mendamaikan antara sesama muslim &lt;br /&gt;3. antara suami istri untuk memelihara kerukunan dan ketenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ummu Kultsum berkata bahwa Rasulullah mengharamkan berbohong kecuali dalam 3 tempat/kondisi yaitu untuk mendamaikan, dalam jihad (perang) dan antara suami-istri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-7440003001287840207?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/7440003001287840207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/08/adabul-kallam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/7440003001287840207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/7440003001287840207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/08/adabul-kallam.html' title='ADABUL KALLAM'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-6619242409488413224</id><published>2009-08-15T02:52:00.000-07:00</published><updated>2009-08-15T02:55:15.371-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='VOA ISLAM'/><title type='text'>DOSA TERHAPUSNYA KEBERKAHAN</title><content type='html'>Tidak disangsikan lagi bahwa melakukan dosa termasuk penyebab kemurkaan Allah سبحانه و تعالى dan di antara penyebab terhapusnya berkah, tertahan turun hujan, penguasaan musuh, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya kami telah menghukum (Fir'aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran." (Al-A'raf: 130)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah, "Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosa-nya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang menguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (Al-Ankabut: 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat tentang hal ini sangat banyak.&lt;br /&gt;Dan tersebut dalam hadits shahih dari Nabi صلی الله عليه وسلم bahwa beliau bersabda,إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ&lt;br /&gt;"Sesungguhnya seseorang ditahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya." [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim dan muslimah wajib bersikap waspada dari segala dosa dan bertaubat dari dosa di masa lalu disertai berbaik sangka kepada Allah, mengharapkan ampunanNya, dan takut dari murka dan siksaNya, sebagaimana firman Allah dalam kitab-Nya yang Mulia tentang hamba-hamba-Nya yang shalih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." (Al-Anbiya':90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya, "Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan adzabNya; sesungguhnya adzab Rabbmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti." (Al-Isra': 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya سبحانه و تعالى, "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta'at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disyari'atkan bagi mukmin dan mukminah agar melakukan sebab-sebab yang dibolehkan oleh Allah سبحانه و تعالى. Dan dengan hal tersebut, ia menggabungkan antara takut, raja' (mengharap) dan melakukan segala sebab, serta bertawakkal kepada Allah سبحانه و تعالى, berpegang kepadaNya untuk mendapatkan yang dicari dan selamat dari yang ditakuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah سبحانه و تعالى yang Maha Pemurah, berfirman, "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang berfirman, "Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (Ath-Thalaq: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dialah yang berfirman, "Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (An-Nur: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudariku, Anda harus bertaubat kepada Allah terhadap semua dosa di masa lalu dan istiqamah (konsisten) dalam ketaatan kepada-Nya serta berbaik sangka dengan-Nya, waspada terhadap sebab-sebab kemurkaan-Nya, bergembiralah dengan kebaikan yang banyak dan akhir yang terpuji. Hanya Allah سبحانه و تعالى yang memberikan taufiq.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-6619242409488413224?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/6619242409488413224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/08/dosa-terhapusnya-keberkahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/6619242409488413224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/6619242409488413224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/08/dosa-terhapusnya-keberkahan.html' title='DOSA TERHAPUSNYA KEBERKAHAN'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-5160157905245747870</id><published>2009-08-11T01:26:00.001-07:00</published><updated>2009-08-11T01:28:50.194-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eramuslim'/><title type='text'>MAKNA SABAR DAN SYUKUR</title><content type='html'>"Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas Tentang Hadits &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini merupakan hadits shahih dengan sanad sebagaimana di atas, melalui jalur Tsabit dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Suhaib dari Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh : &lt;br /&gt;- Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair, hadits no 2999. &lt;br /&gt;- Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya, yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 &amp; 23412. &lt;br /&gt;- Diriwayatkan juga oleh Imam al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Mu’min Yu’jaru Fi Kulli Syai’, hadits no 2777.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Hadits Secara Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits singkat ini memiliki makna yang luas sekaligus memberikan definisi mengenai sifat dan karakter orang yang beriman. Setiap orang yang beriman digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang memiliki pesona, yang digambarkan dengan istilah ‘ajaban’ ( عجبا ). Karena sifat dan karakter ini akan mempesona siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW menggambarkan bahwa pesona tersebut berpangkal dari adanya positif thinking setiap mu’min. Dimana ia memandang segala persoalannya dari sudut pandang positif, dan bukan dari sudut nagatifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ketika ia mendapatkan kebaikan, kebahagian, rasa bahagia, kesenangan dan lain sebagainya, ia akan refleksikan dalam bentuk penysukuran terhadap Allah SWT. Karena ia tahu dan faham bahwa hal tersebut merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada dirinya. Dan tidaklah Allah memberikan sesuatu kepadanya melainkan pasti sesuatu tersebut adalah positif baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika ia mendapatkan suatu musibah, bencana, rasa duka, sedih, kemalangan dan hal-hal negatif lainnya, ia akan bersabar. Karena ia meyakini bahwa hal tersebut merupakan pemberian sekaligus cobaan bagi dirinya yang pasti memiliki rahasia kebaikan di dalamnya. Sehingga refleksinya adalah dengan bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensi Kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran merupakan setengahnya keimanan. Sabar memiliki kaitan yang tidak mungkin dipisahkan dari keimanan: Kaitan antara sabar dengan iman, adalah seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana juga tidak ada jasad yang tidak memiliki kepala. Oleh karena itulah Rasulullah SAW menggambarkan tentang ciri dan keutamaan orang yang beriman sebagaimana hadits di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kesabaran adalah bukan semata-mata memiliki pengertian "nrimo", ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan. Sabar sesungguhnya memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Bahkan seseorang dikatakan dapat diakatakan tidak sabar, jika ia menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja. Sabar dalam ibadah diimplementasikan dalam bentuk melawan dan memaksa diri untuk bangkit dari tempat tidur, kemudian berwudhu lalu berjalan menuju masjid dan malaksanakan shalat secara berjamaah. Sehingga sabar tidak tepat jika hanya diartikan dengan sebuah sifat pasif, namun ia memiliki nilai keseimbangan antara sifat aktif dengan sifat pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah "Shobaro", yang membentuk infinitif (masdar) menjadi "shabran". Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi/ 18 : 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah untuk bersabar pada ayat di atas, adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rab nya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah: &lt;br /&gt;Menahan diri dari sifat kegeundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan al-Qur'an dan sunnah. Sehingga sesungguhnya sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah kondisi yang ada, ketidak sabaran untuk berusaha, ketidak sabaran untuk berjuang dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang). Artinya untuk berbuat seperti itu perlu kesabaran untuk mengeyampingkan keiinginan jiwanya yang menginginkan rasa santai, bermalas-malasan dan lain sebagainya. Sabar dalam jihad juga berarti keteguhan untuk menghadapi musuh, serta tidak lari dari medan peperangan. Orang yang lari dari medan peperangan karena takut, adalah salah satu indikasi tidak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri secara keseluruhan, terdapat 103 kali disebut dalam al-Qur'an, kata-kata yang menggunakan kata dasar sabar; baik berbentuk isim maupun fi'ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah SWT, yang Allah tekankan kepada hamba-hamba-Nya. Dari ayat-ayat yang ada, para ulama mengklasifikasikan sabar dalam al-Qur'an menjadi beberapa macam;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sabar merupakan perintah Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam QS.2: 153: "Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat lainnya yang serupa mengenai perintah untuk bersabar sangat banyak terdapat dalam Al-Qur'an. Diantaranya adalah dalam QS.3: 200, 16: 127, 8: 46, 10:109, 11: 115 dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Larangan isti'ja l(tergesa-gesa/ tidak sabar), sebagaimana yang Allah firmankan (QS. Al-Ahqaf/ 46: 35): "Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana yang terdapat dalam QS. 2: 177: "…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Allah SWT akan mencintai orang-orang yang sabar. Dalam surat Ali Imran (3: 146) Allah SWT berfirman : "Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah SWT senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. Allah berfirman (QS. 8: 46) ; "Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mendapatkan pahala surga dari Allah. Allah mengatakan dalam al-Qur'an (13: 23 - 24); "(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum" (keselamatan bagi kalian, atas kesabaran yang kalian lakukan). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah diantara gambaran Al-Qur'an mengenai kesabaran. Gembaran-gambaran lain mengenai hal yang sama, masih sangat banyak, dan dapat kita temukan pada buku-buku yang secara khusus membahas mengenai kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran Sebagaimana Digambarkan Dalam Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam al-Qur'an, dalam hadits juga banyak sekali sabda-sabda Rasulullah SAW yang menggambarkan mengenai kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar, hadits-hadits tersebut menggambarkan kesabaran sebagai berikut;&lt;br /&gt;1. Kesabaran merupakan "dhiya' " (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah SAW mengungkapkan, "…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah SAW pernah menggambarkan: "…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…" (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kesabaran merupakan anugrah Allah yang paling baik. Rasulullah SAW mengatakan, "…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran." (Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mu'min, sebagaimana hadits yang terdapat pada muqadimah; "Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah berfirman, "Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian diabersabar, maka aku gantikan surga baginya." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Mas'ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas'ud berkata"Seakan-akan aku memandang Rasulullah SAW menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, 'Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah SAW pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah SAW menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullan SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut." (HR. Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah SAW mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, 'Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik unttukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku." (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk-Bentuk Kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga hal; sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar untuk meninggalkan kemaksiatan dan sabar menghadapi ujian dari Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian untuk dapat merealisasikan kesabaran dalam ketaatan kepada Allah diperlukan beberapa hal, &lt;br /&gt;(1) Dalam kondisi sebelum melakukan ibadah berupa memperbaiki niat, yaitu kikhlasan. Ikhlas merupakan kesabaran menghadapi duri-duri riya'. &lt;br /&gt;(2) Kondisi ketika melaksanakan ibadah, agar jangan sampai melupakan Allah di tengah melaksanakan ibadah tersebut, tidak malas dalam merealisasikan adab dan sunah-sunahnya. &lt;br /&gt;(3) Kondisi ketika telah selesai melaksanakan ibadah, yaitu untuk tidak membicarakan ibadah yang telah dilakukannya supaya diketahui atau dipuji orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, memandang sesuatu yang haram dsb. Karena kecendrungan jiwa insan, suka pada hal-hal yang buruk dan "menyenangkan". Dan perbuatan maksiat identik dengan hal-hal yang "menyenangkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek-Aspek Kesabaran sebagaimana yang Digambarkan dalam Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, terdapat beberapa hadits yang secara spesifik menggambarkan aspek-aspek ataupun kondisi-kondisi seseroang diharuskan untuk bersabar. Meskipun aspek-aspek tersebut bukan merupakan ‘pembatasan’ pada bidang-bidang kesabaran, melainkan hanya sebagai contoh dan penekanan yang memiliki nilai motivasi untuk lebih bersabar dalam menghadapi berbagai permasalahan lainnya. Diantara kondisi-kondisi yang ditekankan agar kita bersabar adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sabar terhadap musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering dinasehatkan banyak orang. Karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang Dalam sebuah hadits diriwayatkan, :&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sabar ketika menghadapi musuh (dalam berjihad). &lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sabar berjamaah, terhadap amir yang tidak disukai.&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sabar terhadap jabatan &amp; kedudukan. &lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sabar dalam kehidupan sosial dan interaksi dengan masyarakat. &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sabar dalam kerasnya kehidupan dan himpitan ekonomi&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR. Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaksabaran (baca; isti'jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang seyogyanya diantisipasi dan diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak negatif dari amalan yang dilakukan seorang insan. Seperti hasil yang tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah dsb. Oleh karena itulah, diperlukan beberapa kiat, guna meningkatkan kesabaran. Diantara kiat-kiat tersebut adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengkikhlaskan niat kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata berbuat hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang munculnya kesabaran kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memperbanyak tilawah (baca; membaca) al-Qur'an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan makna-makna yang dikandungnya. Karena al-Qur'an merupakan obat bagi hati insan. Masuk dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memperbanyak puasa sunnah. Karena puasa merupakan hal yang dapat mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenisnya. Puasa juga merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mujahadatun Nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat dan maksimal guna mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna. Sedangkan ketidaksabaran (isti'jal), memiliki prosentase yang cukup besar untuk menjadikan amalan seseorang tidak optimal. Apalagi jika merenungkan bahwa sesungguhnya Allah akan melihat "amalan" seseorang yang dilakukannya, dan bukan melihat pada hasilnya. (Lihat QS. 9 : 105)&lt;br /&gt;6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi'in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya. Karena hal ini juga akan menanamkan keteladanan yang patut dicontoh dalam kehidupan nyata di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sekelumit sketsa mengenai kesabaran. Pada intinya, bahwa sabar mereupakan salah satu sifat dan karakter orang mu'min, yang sesungguhnya sifat ini dapat dimiliki oleh setiap insan. Karena pada dasarnya manusia memiliki potensi untuk mengembangkan sikap sabar ini dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar tidak identik dengan kepasrahan dan menyerah pada kondisi yang ada, atau identik dengan keterdzoliman. Justru sabar adalah sebuah sikap aktif, untuk merubah kondisi yang ada, sehingga dapat menjadi lebih baik dan baik lagi. Oleh karena itulah, marilah secara bersama kita berusaha untuk menggapai sikap ini. Insya Allah, Allah akan memberikan jalan bagi hamba-hamba-Nya yang berusaha di jalan-Nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-5160157905245747870?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/5160157905245747870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/08/makna-sabar-dan-syukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/5160157905245747870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/5160157905245747870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/08/makna-sabar-dan-syukur.html' title='MAKNA SABAR DAN SYUKUR'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-7511266771210460597</id><published>2009-07-19T04:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-19T05:25:02.603-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH ISLAM'/><title type='text'>Mendamba pemimpin sejati</title><content type='html'>Jika dulu, para sahabat Radhiyallahu 'Anhu sangat takut untuk dipilih menjadi seorang pemimpin, maka sekarang, ada banyak orang berlomba-lomba menjadi pemimpin. Semua mengaku terbaik! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam ketika beliau menyampaikan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan.” (HR. Al-Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih pemimpin bukanlah perkara sepele, sebab kandidat yang terpilih itulah yang akan membawa label pemimpin rakyat untuk membuat dan menjalankan kebijakan-kebijakan yang menentukan nasib jutaan jiwa umat. Suka tidak suka, kandidat yang terpilih itulah yang kemudian akan menorehkan tinta sejarah di negeri ini. Meskipun torehan itu masih tanda tanya besar, apakah akan menjadi tinta emas yang senantiasa dikenang atau tinta hitam yang senantiasa diratapi. Mampukah ia menjadi pemimpin sejati, atau justru menjadi pemimpin yang menghianati amanat rakyat.&lt;br /&gt;Pemimpin merupakan lambang kekuatan, keutuhan, kedisiplinan dan persatuan. Namun harus kita sadari juga bahwa pemimpin bukanlah hanya sekadar lambang. Karena itu, ia memerlukan kompetensi, kelayakan dan aktivitas yang prima untuk memimpin bawahannya.&lt;br /&gt;Melihat esensi kepemimpinan, sebagai seorang Muslim, tentu tidak bisa sembarangan dalam memilih pemimpin. Jangan sampai perilaku “memilih kucing dalam karung” menghantui kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAN SEORANG PEMIMPIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perspektif Islam ada dua peran yang dimainkan oleh seorang pemimpin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pelayan (khadim)&lt;br /&gt;Pemimpin adalah pelayan bagi pengikutnya. Seorang pemimpin yang dimuliakan orang lain, belum tentu hal tersebut sebagai tanda kemuliaan. Karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa berkhidmat dan menjadi pelayan bagi kaumnya.&lt;br /&gt;Seorang pemimpin sejati, mampu meningkatkan kemampuan dirinya untuk memuliakan orang-orang yang dipimpinnya. Dia menafkahkan lebih banyak, dia bekerja lebih keras, dia berpikir lebih kuat, lebih lama dan lebih mendalam dibanding orang yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;Demikianlah pemimpin sejati yang dicontohkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Bukan sebaliknya, pemimpin yang selalu ingin dilayani, selalu ingin mendapatkan dan mengambil sesuatu dari orang-orang yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemandu (muwajjih)&lt;br /&gt;Pemimpin adalah pemandu yang memberikan arahan pada pengikutnya untuk menunjukkan jalan yang terbaik agar selamat sampai di tujuan tentu saja itu baru tercapai dengan sempurna jika di bawah naungan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARAKTERISTIK PEMIMPIN DALAM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu disadari, dalam memilih pemimpin ada tanggung jawab yang akan dipikul di hadapan Allah terhadap pilihan kita. Di sinilah pentingnya seorang pemilih mengenal calon pemimpinnya. Agar bisa mengetahui kesesuaiannya dengan karakter pemimpin ideal yang diatur oleh Islam. Kalau ternyata sesuai, maka jangan sungkan memberikan suara.&lt;br /&gt;Di antara karakteristik pemimpin dalam Islam, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jujur&lt;br /&gt;Pemimpin Islam haruslah jujur kepada dirinya sendiri dan pengikutnya. Seorang pemimpin yang jujur akan menjadi contoh terbaik. Pemimpin yang perkataan dengan perbuatannya senantiasa sejalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kompeten&lt;br /&gt;Kompotensi dalam bidangnya mutlak dimiliki oleh seorang pemimpin Islam. Orang akan mengikuti seseorang jika ia benar-benar meyakini bahwa orang yang diikutinya benar-benar tahu apa yang sedang diperbuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Inspiratif&lt;br /&gt;Seorang pengikut akan merasakan 'aman' jika pemimpinnya membawanya pada rasa nyaman dan menimbulkan rasa optimis seburuk apa pun situasi yang sedang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sabar&lt;br /&gt;Pemimpin Islam haruslah sabar dalam menghadapi segala macam persoalan dan keterbatasan, serta tidak bertindak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rendah hati&lt;br /&gt;Seorang pemimpin Islam hendaklah memiliki sikap rendah hati. Tidak suka menampakkan kelebihannya (riya) serta tidak merendahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Musyawarah&lt;br /&gt;Dalam menghadapi setiap persoalan, seorang pemimpin Islam haruslah menempuh jalan musyawarah serta tidak menentukan keputusan sendiri.&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa'di—rahimahullah—mengatakan, "Jika Allah mengatakan kepada Rasul-Nya—padahal beliau adalah orang yang paling sempurna akalnya, paling banyak ilmunya dan paling banyak idenya, "Maka bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu." (QS. Ali Imran: 159). Maka bagaimana dengan yang selain beliau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mampu berkomunikasi dengan rakyatnya&lt;br /&gt;Kapasitas ilmiah serta empati dan rasa sensitivitas yang baik akan mereka yang dipimpinnya, pada akhirnya akan melahirkan seorang pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik kepada rakyatnya. Komunikasi yang baik kepada rakyatnya bukanlah sekadar kemampuan retorika yang baik, tetapi juga kemampuan memilih hal yang akan dilempar kepada publik serta timing yang tepat dalam melemparkannya. Kematangan seorang pemimpin akan membuatnya mampu berkomunikasi yang jauh dari sikap emosional. Dan yang terpenting dari semua itu adalah sang pemimpin akhirnya mampu mengambil sebuah kebijakan yang tepat dalam sebuah kondisi yang memang dibutuhkan oleh rakyat yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KEKUATAN PEMIMPIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kekuatan iman, ilmu, dan wawasan yang luas&lt;br /&gt;Seluruh nabi dan rasul memimpin dengan kekuatan iman dan ilmu. Nabi Sulaiman Alaihissalam memerintah hampir seluruh makhluk (seperti jin, binatang, angin) dengan ilmu dan keimanan yang kuat. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dapat menyelesaikan berbagai masalah dengan ilmu dan keimanan yang kuat. Dengan ilmu dan iman seorang pemimpin sanggup memimpin dirinya (seperti memimpin matanya, hatinya, lidahnya, pikiran dan hawa nafsunya) sebelum memimpin orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ibadah dan taqarrub kepada Allah.&lt;br /&gt;Ibadah dan banyak bertaqarrub kepada Allah, dapat melahirkan kewibaan, ketawadhuan, kesabaran, optimisme, dan tawakkal. Ibadah dan taqarrub juga akan melahirkan kekuatan ruhaniyah yang dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keteladanan.&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengajak jihad, beliau bertempur paling depan, bersedekah paling ringan dan hidup paling bersahaja. Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallammenyuruh bertahajud, beliaulah yang kakinya bengkak karena banyak bertahajjud. Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menghimbau umatnya untuk berhias dengan akhlak mulia, beliaulah manusia yang paling mulia akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARAKTERISTIK PENGIKUT DALAM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Taat&lt;br /&gt;Seorang pengikut harus patuh kepada pemimpin. Setelah pemimpin dipilih lewat jalan musyawarah maka wajib bagi pengikutnya (yang menang dan yang kalah untuk taat kepadanya, kecuali sang pemimpin telah melanggar ketentuan Allah dan membuat kerusakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dinamis dan kritis&lt;br /&gt;Seorang pengikut harus dinamis dan kritis dalam mengikuti kepemimpinan seseorang. Islam tidak mengajarkan suatu ketundukan buta atau sekadar ikut-ikutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Bagi pemimpin dan calon pemimpin masa depan, amanah yang Anda emban bukanlah suatu kemegahan dan kebanggaan. Bahkan demi mengingat beratnya beban amanah, Khalifah Umar bin Khaththab memberikan sebuah ungkapan, "Saya sudah cukup senang jika dapat keluar dari dunia ini dengan impas; tidak mendapat dosa dan tidak pula mendapat pahala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jadikanlah janji Allah memasukan pemimpin yang adil dalam surga-Nya sebagai sumber energi hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi yang akan memberikan pilihan dan selanjutnya akan dipimpin, marilah kita sadari bahwa kesempatan kita hanya sekali untuk melakukan pilihan dengan tepat. Setelah itu, kemampuan kita dalam menentukan arah kepemimpinan tidak sekuat di saat kita memilih. Setidaknya, kita telah berusaha melakukannya. Dan yang pasti, pilihan kita akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhaanahu Wata'ala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-7511266771210460597?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/7511266771210460597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/07/mendamba-pemimpin-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/7511266771210460597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/7511266771210460597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/07/mendamba-pemimpin-sejati.html' title='Mendamba pemimpin sejati'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-6752935288497777816</id><published>2009-07-16T20:50:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T20:54:41.377-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH ISLAM'/><title type='text'>Mengenal lebih dekat Dr.Abdullah Yusuf Azzam</title><content type='html'>“Sheikh Abdullah Azzam bukanlah orang biasa. Dia mewakili satu bangsa, satu Ummat. Tubuh Ummat ada di dalam dirinya. Setelah kematiannya, para muslimah sejauh ini gagal melahirkan seorang laki-laki yang mampu menggantikan Beliau”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Syaikh Usama bin Ladin, wawancara dengan TV Al-Jazeera, 1999] “Dialah yang bertanggung jawab membangkitkan kembali Jihad di abad 20 ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Majalah Time] “Dia tidak hanya mewakili dirinya sendiri, melainkan seluruh Ummat. Ucapannya tidaklah seperti ucapan orang biasa. Sedikit bicaranya, namun kandungannya sangat dalam. Jika engkau menatap matanya, hatimu akan terpenuhi dengan iman dan cinta kepada Allah SWT”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Ulama Mujahid asal Mekkah] ” Tidak satupun Tanah Jihad di seluruh dunia, tidak seorangpun Mujahid yang berjuang di Jalan Allah, yang tidak terinspirasi oleh hidup, ajaran dan karya Sheikh Abdullah Azzam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Azzam Publications] ” Pada dekade 1980-an, Syuhada Sheikh Abdullah Azzam mencetuskan satu kalimat yang maknanya bergaung di seluruh medan pertempuran Chechnya saat ini. Sheikh Abdullah Azzam Rahmatullah ‘Alaihi menggambarkan bahwa Para Mujahid yang gugur dalam pertempuran bergabung bersama “Kafilah Para Syuhada”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Yusuf Azzam lahir pada tahun 1941 di Desa Asba’ah Al-Hartiyeh, Propinsi Jiniin, Tanah Suci Palestina yang diduduki Israel. Beliau dibesarkan di sebuah rumah yang bersahaja dimana Beliau dididik agama Islam, ditanamkan kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya SAW, terhadap Mujahid yang berjuang di Jalan-Nya dan terhadap orang-orang yang shaleh yang mencintai kehidupan akhirat. Semasa masih kanak-kanak, Abdullah Azzam sangat menonjol di antara anak-anak lainnya. Beliau sudah mulai menyiarkan dakwah Islam semenjak masih sangat muda. Teman-teman sepergaulan mengenal Beliau sebagai seorang anak yang shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau telah menunjukkan tanda-tanda yang luar biasa sejak muda dan guru-guru Beliau telah mengenali tanda-tanda ini sejak Beliau masih di Sekolah Dasar. Sheikh Abdullah Azzam dikenal karena ketekunan dan kesungguhannya bahkan sejak masih kecil, Beliau memperoleh pendidikan dasar dan menengah di desanya dan kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Pertanian Khadorri hingga memperoleh gelar. Meskipun Beliau yang termuda di antara teman-temannya, namun Beliau adalah yang terpandai dan terpintar. Setelah menamatkan pendidikannya di Khadorri Beliau bekerja sebagai guru di Desa Adder, Yordania Selatan. Kemudian Beliau menuntut ilmu di Fakultas Syariah, Universitas Damaskus Suriah hingga memperoleh gelar B.A. di bidang Syariah pada tahun 1966.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tentara Yahudi merebut Tepi Barat pada tahun 1967, Sheikh Abdullah Azzam memutuskan untuk pindah ke Yordania, karena Beliau tidak ingin hidup di Palestina yang berada di bawah pendudukan Yahudi. Melihat bagaimana tank-tank Israel maju memasuki Tepi Barat tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti, menimbulkan perasaan bersalah dalam diri Beliau, sehingga membuat Beliau semakin mantap untuk hijrah dengan maksud agar dapat mempelajari ilmu perang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir dekade 1960-an, dari Yordania Beliau bergabung dalam Jihad menentang pendudukan Israel atas Palestina. Tidak lama kemudian Beliau pergi belajar ke Mesir dan memperoleh gelar Master dalam bidang Syariah di Universitas Al-Azhar, Kairo. Pada tahun 1970, setelah Jihad terhenti karena kekuatan PLO diusir keluar dari Yordania, Beliau menjadi dosen di Universitas Yordania di Amman. Setahun kemudian, tahun 1971, Beliau memperoleh beasiswa dari Universitas Al-Azhar dimana Beliau melanjutkan pendidikan S3 dan memperoleh gelar Ph.D dalam bidang Pokok-Pokok Hukum Islam (Ushul-Fiqh) tahun 1973. Selama di Mesir inilah Beliau mengenal keluarga Syuhada Sayyid Qutb (1906-1966). Sheikh Abdullah Azzam cukup lama turut serta dalam Jihad Palestina. Namun ada hal yang tidak disukainya, yaitu orang-orang yang terlibat di dalamnya sangat jauh dari Islam. Beliau menggambarkan bagaimana orang-orang ini berjaga-jaga sepanjang malam sambil bermain kartu dan mendengarkan musik, dan menganggap bahwa mereka sedang menunaikan Jihad untuk membebaskan Palestina. Sheikh Abdullah Azzam menyebutkan juga meskipun ada ribuan orang di basis-basis pemukiman, tetapi jumlah orang yang hadir untuk shalat berjama?ah bisa dihitung dengan satu tangan saja. Beliau berusaha mendorong mereka untuk menerapkan Islam sepenuhnya, namun mereka bertahan untuk menolak. Suatu hari Beliau bertanya kepada seorang “Mujahid” secara retoris, agama apa yang ada di belakang revolusi Palestina, “Mujahid” itu menjawab dengan jelas dan gamblang, “Revolusi ini tidak memiliki dasar agama apapun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habislah sudah kesabaran Abdullah Azzam. Beliau kemudian meninggalkan Palestina, pindah ke Saudi Arabia dan mengajar di berbagai universitas di sana.Saat Sheikh Abdullah Azzam menyadari bahwa hanya dengan kekuatan yang terorganisir Ummat ini bisa menggapai kemenangan, lalu Jihad dan senjata adalah kesibukan dan pengisi waktu luangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jihad hanya dengan senjata. TIDAK dengan Negosiasi, TIDAK dengan Perundingan Damai, TIDAK dengan Dialog”, kalimat tersebut menjadi semboyan Beliau. Beliau praktekkan apa yang selalu Beliau kumandangkan, sehingga membuat Beliau menjadi salah satu di antara orang Arab pertama yang bergabung dalam Jihad di Afghanistan melawan Uni Soviet yang komunis. Pada tahun 1980, ketika masih di Saudi Arabia, Abdullah Azzam memperoleh kesempatan berjumpa dengan satu delegasi Mujahidin Afghanistan yang datang untuk menunaikan ibadah Haji. Segera Beliau tertarik dengan kelompok ini dan ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai Jihad Afghanistan. Ketika dijabarkan kepadanya, Beliau merasa inilah yang sudah sejak lama sekali Beliau cari-cari.Beliau segera melepaskan jabatannya sebagai dosen di Universitas King Abdul-Aziz Jeddah Saudi Arabia, dan berangkat menuju Islamabad Pakistan supaya dapat ikut serta dalam Jihad. Beliau pindah ke Pakistan agar dapat lebih dekat dengan Jihad Afghanistan, dan di sanalah Beliau mengenal pemimpin-pemimpin Mujahidin. Saat-saat pertama berada di Pakistan, Beliau ditunjuk untuk memberikan kuliah di International Islamic University di Islamabad. Namun tidak lama hal ini berlangsung, karena Beliau memutuskan untuk meninggalkan universitas agar bisa mencurahkan seluruh waktu dan energinya untuk Jihad Afghanistan. Pada permulaan dekade 1980-an, Sheikh Abdullah Azzam langsung turun ke medan Jihad Afghanistan. Di Jihad inilah Beliau merasa puas bisa memenuhi kerinduan dan cinta yang tak terlukiskan untuk berjuang di Jalan Allah, persis seperti suatu kali Rasulullah SAW bersabda : “Berdiri satu jam dalam pertempuran di Jalan Allah lebih baik daripada berdiri menunaikan shalat selama enam puluh tahun”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi oleh Hadits ini, Sheikh Abdullah Azzam beserta keluarganya memutuskan pindah ke Pakistan agar lebih dekat dengan medan Jihad. Tidak lama setelah itu Beliau pindah lagi dari Islamabad ke Peshawar supaya bisa lebih dekat lagi dengan medan Jihad dan Syahid.Di Peshawar, bersama dengan Usama bin Ladin yang juga teman dekatnya, Sheikh Abdullah Azzam mendirikan Baitul-Anshar (Mujahideen Services Bureau atau Kantor Pelayanan Mujahidin) dengan tujuan untuk menawarkan semua bantuan yang memungkinkan bagi Jihad Afghanistan dan Para Mujahid dengan cara mengadakan dan me-manage berbagai proyek yang menunjang Jihad. Kantor ini juga menerima dan melatih para sukarelawan (Foreign Mujahideen) yang berbondong-bondong datang ke Pakistan untuk ikut serta dalam Jihad dan mengatur penempatan mereka di garis depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat diduga, semua hal ini masih belum cukup memuaskan keinginan Sheikh Azzam yang menggebu-gebu berjihad. Keinginan inilah yang akhirnya membawanya pergi ke garis depan. Di medan pertempuran Sheikh Abdullah Azzam mengambil peranan dengan sikap ksatria dalam perjuangan yang penuh dengan pengorbanan yang besar. Di Afghanistan Beliau jarang menetap di suatu tempat. Beliau selalu berkeliling ke seluruh pelosok negeri mengunjungi hampir seluruh propinsi dan wilayah seperti Logar, Kandahar, Pegunungan Hindukush, Lembah Panshir, Kabul dan Jalalabad. Dalam kunjungan ini, Sheikh Abdullah Azzam menyaksikan secara langsung kepahlawanan orang-orang awam yang telah mengorbankan segala apa yang dimiliki termasuk jiwa mereka demi jayanya Dien Islam. Di Peshawar, setelah kembali dari berkeliling, Sheikh Azzam selalu berbicara tentang Jihad secara kontinyu. Beliau selalu berdo’a agar Para Komandan Mujahidin yang terpecah belah dapat bersatu padu. Beliau selalu mengundang orang-orang yang belum bergabung dalam pertempuran untuk memanggul senjata dan maju ke garis depan sebelum terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Azzam sangat dipengaruhi oleh Jihad Afghanistan dan Beliaupun sangat besar pengaruhnya pada Jihad ini sejak Beliau mengabdikan diri sepenuhnya dalam perjuangan ini. Beliau menjadi salah satu tokoh yang paling menonjol dan berpengaruh bersama dengan pemimpin-pemimpin bangsa Afghanistan lainnya. Beliau tidak tanggung-tanggung mempromosikan perjuangan Afghanistan ke seluruh dunia, khususnya ke kalangan Ummat Islam. Beliau berkeliling dunia, menyampaikan panggilan kepada Kaum Muslimin untuk beraksi mempertahankan agama dan Tanah Muslim. Beliau menulis sejumlah buku tentang Jihad, seperti Join the Caravan, Signs of Ar-Rahman in the Jihad of the Afghan, Defence of the Muslim Lands dan Lovers of the Paradise Maidens. Bahkan Beliau turun langsung ke medan Jihad Afghanistan, meskipun usia Beliau telah lebih dari 40 tahun. Beliau menjelajahi Afghanistan, dari utara ke selatan, dari timur ke barat, menembus salju, mendaki pegunungan, di bawah panas terik matahari dan dingin yang membekukan tulang, dengan menunggang keledai maupun berjalan kaki. Banyak Pemuda yang bersama Beliau kelelahan, namun Sheikh Abdullah Azzam tidak. Beliau merubah pandangan Ummat Islam terhadap Jihad di Afghanistan dan menjadikan Jihad ini sebagai perjuangan yang Islami yang merupakan kewajiban seluruh Ummat Islam di dunia. Hasil dari usaha ini adalah Jihad Afghanistan menjadi universal dimana Ummat Islam dari seluruh dunia turut serta. Para Pejuang Muslim dari seluruh penjuru dunia secara sukarela berdatangan ke Afghanistan untuk memenuhi kewajiban Jihad dan membela Saudara-saudara Muslimin dan Muslimah mereka yang tertindas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Sheikh Azzam berkisar hanya kepada satu tujuan, yakni menegakkan Hukum Allah di muka bumi ini, yang merupakan tanggung jawab yang pasti bagi setiap dan segenap Ummat Muslim. Dalam rangka melaksanakan tugas suci dalam hidup ini yaitu menegakkan kembali Khilafah Islamiyyah (negara yang berdasarkan pada hukum Islam), Sheikh Azzam mengkonsentrasikan kepada Jihad (perjuangan bersenjata untuk menegakkan Islam). Beliau berkeyakinan bahwa Jihad wajib dilaksanakan sampai Khilafah Islamiyyah ditegakkan sehingga cahaya Islam menerangi seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menjaga dan memelihara keluarganya dengan semangat perjuangan yang sama, sehingga istrinya, sebagai contoh, aktif mengurus anak-anak yatim piatu dan aktif dalam berbagai tugas kemanusiaan di Afghanistan. Beliau menolak jabatan di beberapa universitas dengan menyatakan bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan Jihad kecuali jika gugur di medan perang atau terbunuh. Beliau selalu menekankan kembali bahwa tujuannya yang terakhir adalah membebaskan Tanah Suci Palestina. Dalam hal ini Beliau menyatakan: “Saya tidak akan meninggalkan Tanah Jihad kecuali karena tiga hal. Pertama, saya terbunuh di Afghanistan. Kedua, saya terbunuh di Pakistan. Ketiga, saya diborgol dan diusir dari Pakistan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad di Afghanistan telah membuat Abdullah Azzam menjadi penyangga utama dalam gerakan Jihad di jaman modern sekarang. Dengan turun langsung dalam Jihad ini dan dengan mempromosikannya serta menjelaskan kendala-kendala yang menghambat gerakan Jihad, Beliau memiliki peranan yang sangat berarti dalam meluruskan pendapat Ummat Islam tentang Jihad dan perlunya menegakkan Jihad. Beliau menjadi panutan bagi generasi muda yang menyambut panggilan Jihad. Beliau amat mementingkan Jihad dan butuh akan Jihad. Sekali waktu Beliau berkata :“Saya merasa seolah-olah berumur 9 tahun. Tujuh setengah tahun dalam Jihad di Afghanistan dan satu setengah tahun dalam Jihad di Palestina. Sisa tahun lainnya tidak berarti sama sekali”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari atas mimbar Sheikh Azzam berulangkali menekankan keyakinannya : “Jihad tidak boleh ditinggalkan sampai hanya Allah SWT saja yang disembah. Jihad akan terus berlangsung sampai Kalimat Allah ditinggikan. Jihad sampai semua orang yang tertindas dibebaskan. Jihad untuk melindungi kehormatan kita dan merebut kembali Tanah kita yang dirampas. Jihad adalah Jalan untuk mencapai kejayaan abadi?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah dan semua orang yang mengenal dekat Sheikh Abdullah Azzam mencatat keberanian Beliau dalam berbicara tentang kebenaran, dengan mengabaikan segala konsekuensi yang ada.Setiap saat Sheikh Abdullah Azzam mengingatkan seluruh Kaum Muslimin bahwa :“Ummat Islam tidak dapat dikalahkan oleh ummat lainnya. Kita Ummat Islam tidak akan dikalahkan oleh musuh-musuh kita, namun kita bisa dikalahkan oleh diri kita sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Abdullah Azzam adalah contoh seorang yang berperilaku Islami dengan baik, dengan amal shalehnya, dengan ketaqwaannya kepada Allah SWT dan dengan kesederhanaannya dalam segala hal. Beliau tidak pernah mencemari hubungan baiknya dengan orang lain. Sheikh Azzam selalu mendengarkan pendapat Para Pemuda, Beliau amat disegani dan tidak terbersit sedikitpun rasa takut di dalam hatinya. Beliau selalu berpuasa selang seling hari seperti yang dilakukan Nabi Daud AS. Dan juga selalu menghimbau yang lainnya untuk berpuasa hari Senin dan Kamis. Sheikh Azzam adalah orang yang selalu berterus terang, tulus dan mulia. Beliau tidak pernah mencaci orang lain atau berbicara yang tidak baik mengenai orang lain.Satu saat sekelompok Muslim yang tidak puas di Peshawar mencap Sheikh Azzam sebagai kafir dan menuduhnya meminta uang dari Kaum Muslimin untuk dihambur-hamburkan. Ketika Sheikh Azzam mendengar hal ini, Beliau tidak mencari dan mendebat mereka, malah mengirimi mereka berbagai hadiah. Namun kelompok tersebut tetap saja mencaci maki, mengumpat dan memfitnah Beliau, dan Beliau terus saja mengirimi mereka hadiah lainnya. Bertahun-tahun kemudian, ketika akhirnya menyadari kesalahannya, mereka berkomentar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah, kami belum pernah menemui seseorang seperti Sheikh Abdullah Azzam. Beliau tetap saja memberi kami uang walaupun kami selalu mengutuk dan mencaci Beliau” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Jihad Afghanistan berlangsung, Beliau telah berhasil menyatukan berbagai kelompok Mujahidin dalam Jihad ini. Dan tentu saja kebanggaan Beliau terhadap Islam menimbulkan rasa benci di kalangan musuh agama, sehingga musuh membuat rencana untuk menghabisi nyawa Beliau. Pada November 1989, sejumlah bahan peledak TNT diletakkan di bawah mimbar dimana Beliau selalu menyampaikan khutbah setiap hari Jum?at. Demikian besar jumlah peledak tersebut sehingga seandainya meledak akan menghancurkan seluruh Masjid termasuk apa saja dan siapa saja yang ada di dalamnya. Ratusan Muslimin dapat terbunuh. Namun Allah memberikan perlindungan-Nya dan bom tersebut tidak meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh-musuhpun semakin berhasrat melaksanakan rencana gilanya. Mereka mencobanya sekali lagi di Peshawar, tidak lama berselang setelah kejadian tersebut. Ketika itulah Allah SWT berkehendak agar Sheikh Abdullah Azzam meninggalkan dunia ini menuju haribaan-Nya (kita berharap demikian Insya Allah). Dan Sheikh wafat dengan cara yang gemilang pada hari Jum’at 24 November 1989 pukul 12.30 siang.Musuh-musuh Allah meletakkan tiga bom di jalan yang sempit dimana hanya bisa dilewati satu mobil saja. Jalan tersebut adalah jalan yang biasa dilalui oleh Sheikh Abdullah Azzam untuk menunaikan shalat Jum’at. Pada hari Jum’at itu, Sheikh Azzam bersama dengan dua anaknya, Ibrahim dan Muhammad, serta salah seorang anak Syuhada Sheikh Tamim Adnani (salah seorang Pahlawan Jihad Afghanistan lainnya), melalui jalan tersebut. Mobil pun berhenti di mana bom yang pertama berada, dan Sheikh Azzam turun untuk meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Musuh-musuh yang sudah menanti segera memicu bom yang telah mereka persiapkan tersebut. Bunyi ledakan dahsyat mengguncang hebat terdengar di seluruh penjuru kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang berhamburan keluar dari Masjid, dan menyaksikan pemandangan yang mengerikan. Hanya sedikit saja yang tersisa dari kendaraan yang hancur lebur. Tubuh anaknya yang kecil, Ibrahim, terlempar ke udara sejauh 100 meter, demikian pula dengan kedua anak lainnya, beterbangan pada jarak yang hampir sama. Potongan-potongan tubuh mereka tersebar di pohon-pohon dan kawat-kawat listrik. Sementara tubuh Syahid Sheikh Abdullah Azzam tersandar di dinding, tetap utuh dan tidak cacat sama sekali, kecuali sedikit darah terlihat mengalir dari mulut Beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan itu telah mengakhiri perjalanan hidup Sheikh Abdullah Azzam di dunia, yang telah Beliau lalui dengan baik melalui perjuangan, daya upaya sepenuhnya, dan pertempuran di Jalan Allah SWT. Hal ini semakin menjamin kehidupannya yang sebenarnya dan abadi di Taman Surga -kita memohon kepada Allah demikian, dan menikmatinya bersama dengan teman-teman yang mulia yakni : “Dan barangsiapa yang mena?ati Allah dan Rasul-Nya mereka ini akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Para Rasul, Para Shiddiqiin, Orang-orang yang mati Syahid dan Orang-orang Shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya” [QS An-Nisaa:69]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara seperti inilah Pahlawan Besar dan Penggerak Kebangkitan Islam meninggalkan medan Jihad dan dunia ini, dan tidak akan pernah kembali lagi. Beliau dimakamkan di Makam Para Syuhada Pabi di Peshawar Pakistan, dimana Beliau bergabung bersama-sama dengan ratusan Syuhada lainnya. Semoga Allah menerima Beliau sebagai Syuhada dan menganugerahinya tempat tertinggi di Surga. Pertempuran yang telah Beliau lalui dan telah Beliau perjuangkan tetap berlanjut melawan musuh-musuh Islam. Tidak satupun Tanah Jihad di seluruh dunia, tidak seorangpun Mujahid yang berjuang di Jalan Allah, yang tidak terinspirasi oleh hidup, ajaran dan karya Sheikh Abdullah Azzam Rahmatullah ‘Alaihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon kepada Allah SWT untuk menerima amal ibadah Beliau dan menempatkan Beliau di Surga Tertinggi. Kita memohon kepada Allah SWT untuk membangkitkan dari Ummat ini Ulama-Ulama lain sekaliber Beliau, yang menerapkan pengetahuannya di medan perjuangan, bukan hanya menyimpannya di dalam buku dan di dalam Masjid saja.Melalui biografi ini, kami merekam kejadian-kejadian dalam sejarah Islam selama sepuluh tahun terakhir dari tahun 1979 hingga 1989, dan akan terus berlanjut sebagaimana Sheikh Abdullah Azzam berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya sejarah Islam tidaklah ditulis melainkan dengan darah Para Syuhada, dengan kisah Para Syuhada, dengan teladan Para Syuhada”“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai” [QS At-Taubah:32-33].&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-6752935288497777816?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/6752935288497777816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/07/mengenal-lebih-dekat-drabdullah-yusuf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/6752935288497777816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/6752935288497777816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/07/mengenal-lebih-dekat-drabdullah-yusuf.html' title='Mengenal lebih dekat Dr.Abdullah Yusuf Azzam'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-2008292536268498358</id><published>2009-07-13T21:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T21:32:01.738-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH ISLAM'/><title type='text'>Hafsoh binti'umar Radhiyallahu'anha</title><content type='html'>Beliau adalah Hafsah putri dari Umar bin Khaththab, seorang shahabat agung yang melalui perantara beliaulah Islam memiliki wibawa. Hafshoh adalah seorang wanita yang masih muda dan berparas cantik, bertaqwa dan wanita yang disegani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya beliau dinikahi salah seorang shahabat yang mulia bernama Khunais bin Khudzafah bin Qais As-Sahmi Al-Quraisy yang pernah berhijrah dua kali, ikut dalam perang Badar dan perang Uhud namun setelah itu beliau wafat di negeri hijrah karena sakit yang beliau alami waktu perang Uhud. Beliau meninggalkan seorang janda yang masih muda dan bertaqwa yakni Hafshoh yang ketika itu masih berumur 18 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar benar-benar merasakan gelisah dengan adanya keadaan putrinya yang menjanda dalam keadaan masih muda dan beliau masih merasakan kesedihan dengan wafatnya menantunya yang dia adalah seorang muhajir dan mujahid. Beliau mulai merasakan kesedihan setiap kali masuk rumah melihat putrinya dalam keadaan berduka. Setelah berfikir panjang maka Umar berkesimpulan untuk mencarikan suami untuk putrinya sehingga dia dapat bergaul dengannya dan agar kebahagiaan yang telah hilang tatkala dia menjadi seorang istri selama kurang lebih enam bulan dapat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pilihan Umar jatuh pada Abu Bakar Ash Shidiq radhiallaahu 'anhu orang yang paling dicintai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam karena Abu Bakar dengan sifat tenggang rasa dan kelembutannya dapat diharapkan membimbing Hafshoh yang mewarisi watak bapaknya yakni bersemangat tinggi dan berwatak tegas. Maka segeralah Umar menemui Abu Bakar dan menceritakan perihal Hafshoh berserta ujian yang menimpa dirinya yakni berstatus janda. Sedangkan ash-Shiddiq memperhatikan dengan rasa iba dan belas kasihan. Kemudian barulah Umar menawari Abu Bakar agar mau memperistri putrinya. Dalam hatinya dia tidak ragu bahwa Abu Bakar mau menerima seorang yang masih muda dan bertaqwa, putri dari seorang laki-laki yang dijadikan oleh Allah penyebab untuk menguatkan Islam. Namun ternyata Abu Bakar tidak menjawab apa-apa. Maka berpalinglah Umar dengan membawa kekecewaan hatinya yang hampir-hampir dia tidak percaya (dengan sikap Abu Bakar). Kemudian dia melangkahkan kakinya menuju rumah Utsman bin Affan yang mana ketika itu istri beliau yang bernama Ruqqayah binti Rasulullah telah wafat karena sakit yang dideritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar menceritakan perihal putrinya kepada Utsman dan menawari agar mau menikahi putrinya, namun beliau menjawab: "Aku belum ingin menikah saat ini". Semakin bertambahlah kesedihan Umar atas penolakan Utsman tersebut setelah ditolak oleh Abu Bakar. Dan beliau merasa malu untuk bertemu dengan salah seorang dari kedua shahabatnya tersebut padahal mereka berdua adalah kawan karibnya dan teman kepercayaannya yang faham betul tentang kedudukannya. Kemudian beliau menghadap Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam dan mengadukan keadaan dan sikap Abu Bakar maupun Utsman. Maka tersenyumlah Rasulllah Shallallaahu 'alaihi wa sallam seraya berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hafshoh akan dinikahi oleh orang yang lebih baik dari Abu Bakar dan Utsman sedangkan Ustman akan menikahi wanita yang lebih baik daripada Hafshoh (yaitu putri beliau Ummu Kultsum radhiallaahu 'anha-red)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Umar bin Khaththab berseri-seri karena kemuliaan yang agung ini yang mana belum pernah terlintas dalam angan-angannya. Hilanglah segala kesusahan hatinya, maka dengan segera dia menyampaikan kabar gembira tersebut kepada setiap orang yang dicintainya sedangkan Abu Bakar adalah orang yang pertama kali beliau temui. Maka tatkala Abu Bakar melihat Umar dalam keadaan gembira dan suka cita maka beliau mengucapkan selamat kepada Umar dan meminta maaf kepada Umar sambil berkata "janganlah engkau marah kepadaku wahai Umar karena aku telah mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam menyebut-nyebut Hafshoh. Hanya saja aku tidak ingin membuka rahasia Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam; seandainya beliau menolak Hafshoh maka pastilah aku akan menikahinya. Maka Madinah mendapat barokah dengan indahnya pernikahan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan Hafshoh binti Umar pada bulan Sya'ban tahun ketiga Hijriyah. Begitu pula barokah dari pernikahan Utsman bin Affan dengan Ummu Kultsum binti Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam pada bulan Jumadil Akhir tahun ketiga Hijriyah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, Hafshoh bergabung dengan istri-istri Rasulullah dan Ummahatul mukminin yang suci. Di dalam rumah tangga Nubuwwah ada istri selain beliau yakni Saudah dan Aisyah. Maka tatkala ada kecemburuan beliau mendekati Aisyah karena dia lebih pantas dan lebih layak untuk cemburu. Beliau senantiasa mendekati dan mengalah dengan Aisyah mengikuti pesan bapaknya (Umar) yang berkata: "Betapa kerdilnya engkau bila dibanding dengan Aisyah dan betapa kerdilnya ayahmu ini apabila dibandingkan dengan ayahnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafshoh dan Aisyah pernah menyusahkan Nabi, maka turunlah ayat :"Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong untuk menerima kebaikan dan jika kamu berdua bantu membantu menyusahkan Nabi,maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya dan (begitu pula) Jibril" (Q.S. at-Tahrim: 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mentalak sekali untuk Hafshoh tatkala Hafshoh dianggap menyusahkan Nabi namun beliau rujuk kembali dengan perintah yang dibawa oleh Jibril 'alaihissalam yang mana dia berkata:&lt;br /&gt;"Dia adalah seorang wanita yang rajin shaum, rajin shalat dan dia adalah istrimu di surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafshoh pernah merasa bersalah karena menyebabkan kesusahan dan penderitaan Nabi dengan menyebarkan rahasianya namun akhirnya menjadi tenang setelah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam memaafkan beliau. Kemudian Hafshoh hidup bersama Nabi dengan hubungan yang harmonis sebagai seorang istri bersama suaminya. Manakala Rasul yang mulia menghadap ar-Rafiiq al-A'la dan Khalifah dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, maka Hafshoh-lah yang dipercaya diantara Ummahatul Mukminin termasuk Aisyah didalamnya, untuk menjaga mushaf Al-Qur'an yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafshoh radhiallaahu 'anha mengisi hidupnya sebagai seorang ahli ibadah dan ta'at kepada Allah, rajin shaum dan juga shalat, satu-satunya orang yang dipercaya untuk menjaga keamanan dari undang-undang umat ini, dan kitabnya yang paling utama yang sebagai mukjizat yang kekal, sumber hukum yang lurus dan 'aqidahnya yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ayah beliau yang ketika itu adalah Amirul mukminin merasakan dekatnya ajal setelah ditikam oleh Abu Lu'lu'ah seorang Majusi pada bulan Dzulhijjah tahun 13 hijriyah, maka Hafshoh adalah putri beliau yang mendapat wasiat yang beliau tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafshoh wafat pada masa Mu'awiyah bin Abu Sufyan radhiallaahu 'anhu setelah memberikan wasiat kepada saudaranya yang bernama Abdullah dengan wasiat yang diwasiatkan oleh ayahnya radhiallaahu 'anhu. Semoga Allah meridhai beliau karena beliau telah menjaga al-Qur'an al- Karim, dan beliau adalah wanita yang disebut Jibril sebagai Shawwamah dan Qawwamah (Wanita yang rajin shaum dan shalat) dan bahwa beliau adalah istri Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam di surga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-2008292536268498358?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/2008292536268498358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/07/hafsoh-bintiumar-radhiyallahuanha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/2008292536268498358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/2008292536268498358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/07/hafsoh-bintiumar-radhiyallahuanha.html' title='Hafsoh binti&apos;umar Radhiyallahu&apos;anha'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-800676825903369190</id><published>2009-07-13T21:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T21:17:13.453-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH ISLAM'/><title type='text'>Khalifah umar ibnul khathab</title><content type='html'>Ia adalah Amirul Mu'minin Umar ibnul Khaththab. Dijuluki oleh ­Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dengan al-Faruq karena ia membedakan antara yang hak dan yang batil. Ia dibaiat menjadi khalifah ­pada hari kematian Abu Bakar ash-Shidiq. Selama masa khalifahnya, ia ­melakukan tugasnya dengan baik seperti halnya sirah, jihad, dan ­kesabaran Abu Bakar Radhiyallahu 'anhu. Dengan Umar ibnul Khaththab Allah memuliakan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang dilakukannya setelah menjabat sebagai khalifah ialah mencopot Khalid bin Walid dari jabatan sebagai komandan pasukan dan menggantinya dengan Abu Ubaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ikut menyaksikan penaklukan Baitul Maqdis dan tinggal di sana selama sepuluh hari. Ia kemudian kembali ke Madinah dengan ­membawa serta Khalid bin Walid. Tatkala Khalid bin Walid menanyakan ­perlakuan Umar terhadap dirinya, Umar Radhiyallahu 'anhu menjawab, "Demi Allah! Wahai Khalid, sesungguhnya engkau sangat kumuliakan dan sangat kucintai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar kemudian menulis surat ke berbagai negeri dan wilayah ­menyatakan kepada mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya, aku tidak memecat Khalid karena kebencian dan tidak pula karena pengkhianatan, tetapi aku memecatnya karena mengasihani jiwa-jiwa manusia dari kecepatan serangan-­serangannya dan kedahsyatan benturan-benturannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid bin Walid merupakan seorang putra dari bibinya Umar. Ia meninggal pada masa Khalifah Umar di Hamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damakus berhasil ditaklukkan dengan dua cara, damai dan kekerasan. Adapun Hamsh dan Ba'albak ditaklukkan secara damai. Bashrah dan Aballah ditaklukkan dengan cara kekerasan. Semua penaklukkan ini terjadi pada tahun 14 Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun ini pula Umar menghimpun orang-orang untuk shalat tarawih berjamah dua puluh rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 15 Hijriah, Yordania secara keseluruhan berhasil ditaklukkan melalui kekerasan kecuali Thabriah yang ditundukkan dengan damai. Pada tahun ini terjadi pula perangYarmuk dan Qadisiah. Berkata Ibnu Jurair di dalam Tarikh-nya, "Pada tahun ini, Sa'ad mem­bangun Kufah, Umar menentukan sejumlah kewajiban, membentuk diwan-diwan, dan memberi pemberian berdasarkan senioritas dalam memasuki Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 16 Hijriah, al-Ahwaz dan Mada'in ditaklukkan. Di kota ini, Sa'ad menyelenggarakan shalat Jum'at, bertempat di Istana Kisra. Ini merupakan shalat Jum'at berjamah yang pertama diadakan di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar meminta pendapat para sahabat termasuk Ali Radhiyallahu 'anhu untuk keluar memerangi Persia dan Romawi, lalu Ali Radhiyallahu 'anhu mengemukakan pendapatnya, "Sesungguhnya, masalah ini (peluang) menang dan kalahnya tidak banyak dan juga tidak sedikit. Ia adalah agama Allah yang dimenangkan-Nya dan tentara-Nya yang dipersiapkan-Nya dan disebarkan-Nya hingga ke tempat yang telah dicapainya .... Posisi pemerintah (penguasa) bagaikan posisi benang dalam mata rantai biji tasbih. Jika benang itu putus, biji-biji tasbih itu akan berantakan dan hilang .... Jadilah poros dan putarlah roda dengan bangsa Arab .... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun yang sama (16 H), terjadi pula Perang Jalaula'. Yazdasir putra Kisra berhasil dikalahkan. Takrit berhasil ditaklukkan. Umar berangkat berperang kemudian menaklukkan Baitul Maqdis dan menyampaikan khotbahnya yang sangat terkenal di al-Jabiah. Pada tahun ini juga, Qanasrin ditaklukkan dengan kekerasan. Haleb, Anthokiah, dan Manbaj ditundukkan bukan secara damai. Pada bulan Rabi'ul Awwal tahun ini, Umar menulis kalender Hijriah dengan meminta pertimbangan Ali Radhiyallahu 'anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 17 Hijriah, Khalifah Umar memperluas Masjid Nabawi. Kemarau panjang terjadi sehingga beliau mengajak penduduk untuk shalat minta hujan. Dengan perantaraan do'a Abbas, hujan pun turun. Ibnu Sa'ad meriwayatkan bahwa Umar keluar untuk shalat meminta hujan; ia mengenakan selendang Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Pada tahun ini pula, al-Ahwaz ditaklukkan secara damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WABAH THA'UN&lt;br /&gt;Pasukan kaum Muslimin yang tengah berada di Syam mendapat musibah wabah tha'un pada tahun 12 Hijriah. Setelah mendengar berita ini, Umar yang tengah menuju Madinah berkeinginan untuk kembali lagi ke Syam. Beliau lalu meminta pendapat para sahabatnya. Menang­gapi masalah ini, pada mulanya para sahabat berselisih pendapat, tetapi kemudian Abdurrahman bin Auf datang seraya memberitakan bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila kalian mendengar terjadinya suatu wabah di suatu negeri, janganlah kalian datang ke negeri tersebut. Dan apabila terjadi wabah di suatu negeri, sedangkan kalian tengah berada di negeri tersebut, janganlah kalian keluar melarikan diri dari sana. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Umar kembali lagi ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 19 Hijriah, Qisariah ditaklukkan dengan kekerasan. Tahun berikutnya, 12 Hijriah, Mesir ditundukkan dengan kekerasan. Dikatakan bahwa Mesir secara keseluruhan ditaklukkan secara damai kecuali Iskandariah. Di tahun ini pula, Maroko ditaklukkan dengan kekerasan. Kaisar Agung Romawi binasa pada tahun yang sama. Khalifah Umar mengusir Yahudi dari Khaibar dan Najran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 21 Hijriah, Iskandariah dan Nahawand ditaklukkan melalui kekerasan sehingga orang-orang 'ajam tidak memiliki kekuatan terorganisir lagi. Tahun 22 Hijriah, Adzerbaijan ditaklukkan dengan kekuatan, tetapi ada pula yang mengatakan bahwa negeri ini ditaklukkan dengan cara damai. Pada tahun ini pula, Dainur, Hamdan, Tripoli Barat, dan Rayyi ditaklukkan melalui kekuatan. Pada tahun ke­ 23 Hijriah, sisa-sisa negeri Persia ditaklukkan: Kroman, Sajistan, Ashbahan, dan berbagai pelosoknya. Pada akhir tahun ini, Khalifah Umar menunaikan ibadah haji. Sa'id bin Musayyab berkata, "Setelah nafar (berangkat) dari Mina, Umar singgah di Abthakh kemudian duduk bersila dan mengucapkan do'a seraya mengangkat kedua tangannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, usiaku telah lanjut, kekuatanku telah mulai lemah, rakyatku telah tersebar luas. Karenanya, panggillah aku kepada­Mu tanpa ada kewajiban yang aku sia-siakan atau amalan yang melewati batas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penghujung bulan Dzulhijjah tahun ini, Umar ibnul Khaththab syahid terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari meriwayatkan dari Aslam bahwa Khalifah Umar pernah berdo'a,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, karuniailah aku mati syahid di jalan-Mu dan jadikan­lah kematianku di negeri Rasul-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERBUNUHNYA KHALIFAH UMAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang membunuh Umar adalah seorang Majusi bernama Abdul Mughirah yang biasa dipanggil Abu Lu'lu'ah. Disebutkan bahwa ia membunuh Umar karena ia pernah datang mengadu kepada Khalifah Umar tentang berat dan banyaknya kharaj (pajak) yang harus dia keluarkan, tetapi Khalifah Umar menjawab, "Kharajmu tidak terlalu banyak." Dia kemudian pergi sambil menggerutu, "Keadilannya men­jangkau semua orang kecuali aku." Ia lalu berjanji akan membunuhnya. Dipersiapkanlah sebuah pisau belati yang telah diasah dan diolesi dengan racun -orang ini adalah ahli berbagai kerajinan- lalu disimpan di salah satu sudut masjid. Tatkala Khalifah Umar berangkat ke masjid seperti biasanya menunaikan shalat subuh, langsung saja ia menyerang. Dia menikamnya dengan tiga tikaman dan berhasil merobohkannya. Kemudian setiap orang yang berusaha mengepung dirinya diserangnya pula. Sampai ada salah seorang yang berhasil menjaringkan kain kepadanya. Setelah melihat bahwa dirinya terikat dan tidak bisa ber­kutik, dia membunuh dirinya dengan pisau belati yang dibawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah berita yang disebutkan para perawi tentang pembunuhan Umar Radhiyallahu 'anhu. Barangkali di balik peristiwa pembunuhan ini terdapat konspirasi yang dirancang oleh banyak pihak di antaranya orang-orang Yahudi, Majusi, dan Zindiq. Sangat tidak mungkin per­buatan kriminal ini dilakukan semata-mata karena kekecewaan pribadi karena banyaknya kharoj yang harus dikeluarkannya. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diberitahukan bahwa pembunuhnya adalah Abu Lu’lu’ah, Khalifah Umar berkata, "Segala puji bagi Allah yang tidak menjadikan kematianku di tangan orang yang mengaku Muslim." Umar kemudian berwasiat kepada putranya, "Wahai Abdullah, periksalah utang-­utangku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dihitung, ternyata Umar mempunyai utang sejumlah 86.000 dirham. Khalifah Umar lalu berkata, "Jika harta keluarga Umar sudah mencukupi, bayarlah dari harta mereka. Jika tidak mencukupi, pintalah kepada bani Addi. Jika harta mereka juga belum mencukupi, mintalah kepada Quraisy." Selanjutnya Umar berkata kepada anaknya, "Pergilah menemui Ummul Mu'minin Aisyah! Katakan bahwa Umar meminta izin untuk dikubur berdampingan dengan kedua sahabatnya (maksudnya Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam dan Abu Bakar Radhiyallahu 'anhu)." Mendengar permintaan ini, Aisyah Radhiyallahu 'anha menjawab, "Sebetulnya tempat itu kuinginkan untuk diriku sendiri, tetapi biarlah sekarang kuberikan kepadanya." Setelah hal ini disampaikan kepadanya, Umar langsung memuji Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Menunjuk Salah Seorang Dari Ahli Syura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian sahabat berkata kepada Umar, "Tunjuklah orang yang engkau pandang berhak menggantikanmu." Umar kemudian menjadi­kan urusan ini sepeninggalnya sebagai hal yang disyurakan antara enam orang, yaitu Utsman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash, dan Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu 'anhum. Umar berkeberatan menunjuk salah seorang di antara mereka secara tegas. Selanjutnya Umar berkata, "Saya tidak menanggung urusan mereka semasa hidup ataupun sesudah mati. Jika Allah menghendaki kebaikan buat kalian, Allah akan menghimpun urusan kalian pada orang yang terbaik di antara mereka sebagaimana Allah telah menghimpun kalian pada orang yang terbaik di antara kalian sesudah Nabi kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Umar merupakan orang pertama yang membentuk "tim" dari para sahabat dan dinamakan dengan Ahli Syura kemudian menyerahkan urusan khalifah sepeninggalnya kepadanya. Dengan demikian, mereka ini merupakan "Lembaga Politik" tertinggi dalam pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana berlangsungnya pemilihan Utsman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli Syura yang telah ditunjuk oleh Umar tersebut mengadakan pertemuan di salah satu rumah guna membahas masalah ini. Sementara itu,Thalhah berdiri di pintu rumah guna menjaga dan melarang orang-­orang untuk memasuki pertemuan tersebut. Dalam syura diperoleh kesepakatan bahwa tiga orang di antara mereka telah menyerahkan masalah khalifah kepada tiga orang lainnnya. Zubair menyerahkannya kepada Ali, Sa'ad menyerahkannya kepada Abdurrahman bin Auf, sedangkan Thalhah memberikan haknya kepada Utsman bin Affan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman bin Auf berkata kepada Utsman dan Ali, "Siapa­kah di antara kalian berdua yang melepaskan diri dari perkara ini maka kepadanya akan kami serahkan!" Keduanya diam tidak mem­berikan jawaban. Abdurrahman lalu berkata, "Sesungguhnya, aku meninggalkan hakku terhadap perkara ini dan merupakan kewajibanku kepada Allah dan Islam untuk berusaha guna mengangkat orang yang paling berhak di antara kalian berdua." Keduanya menjawab, "Ya." Abdurrahman bin Auf kemudian berbicara kepada masing-masing dari keduanya sambil menyebutkan keutamaan yang ada pada keduanya. Ia lalu mengambil janji dan sumpah, "Bagi siapa yang diangkat, ia harus berlaku adil dan siapa yang dipimpin harus mendengar dan taat." Keduanya menjawab, "Ya." Mereka kemudian berpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Abdurrahman bin Auf meminta pendapat dari khalayak ramai tentang kedua orang (calon khalifah) ini, sebagaimana ia juga meminta pandangan dari para tokoh dan pimpinan mereka, baik secara bersamaan maupun terpisah, dua-dua, sendiri-sendiri, atau berkelompok, secara sembunyi ataupun terang-terangan. Bahkan kepada para wanita yang bercadar, anak-anak di berbagai perkantoran, orang-orang Arab Badui, dan para pendatang yang datang ke Madinah. Proses (hearing) ini dilakukannya selama tiga hari tiga malam sampai akhirnya didapat kebulatan suara yang menghendaki agar Utsman bin Affan didahulukan kecuali dua orang, yaitu Ammar bin Yassir dan Miqdad, yang menghendaki agar Ali didahulukan, tetapi kemudian kedua orang ini bergabung kepada pendapat mayoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari keempat, Abdurahman bin Auf mengadakan perte­muan dengan Ali dan Utsman di rumah anak saudara perempuannya, Musawwir bin Makhramah. Dalam pertemuan ini, Abdurahman bin Auf menjelaskan, "Setelah kutanyakan pada orang-orang tentang Anda berdua, kudapati tidak seorang pun di antara mereka yang menolak Anda berdua." Abdurahman bin Auf kemudian keluar bersama keduanya menuju masjid dan mengundang orang-orang Anshar dan Muhajirin sampai mereka berdesakan di masjid. Abdurahman bin Auf naik ke mimbar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam lalu menyam­paikan pidato dan berdo'a panjang sekali. Dalam pidatonya itu, ia mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai manusia, sesungguhnya aku telah menanyakan kepada kalian secara tersembunyi dan terang-terangan tentang orang yang paling kalian percaya dapat mengemban amanat (khalifah), lalu aku tidak melihat kalian menghendaki selain dari kedua orang ini, Ali atau Utsman. Karenanya, berdirilah dan kema­rilah, wahai Ali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Ali berdiri dan mendekatinya, Abdurrahman bin Auf menjabat tangan Ali seraya berkata, "Apakah kamu berbaiat kepadaku (untuk memimpin) atas dasar Kitab Allah, Sunnah Nabi-Nya, perbuatan Abu Bakar dan Umar?" Ali menjawab, "Tidak, tetapi sesuai usaha dan kemampuanku untuk itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman kemudian melepas tangannya lalu berkata, "Berdirilah dan kemarilah, wahai Utsman. Ia kemudian menjabat tangan Utsman seraya berkata, "Apakah kamu berbaiat kepadaku (untuk memimpin) atas dasar Kitab Allah, Sunnah Nabi-Nya, perbuatan Abu Bakar dan Umar?" Utsman menjawab, "Ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman kemudian mengangkat kepalanya ke arah atap masjid dan meletakkan tangannya di tangan Utsman seraya berkata, "Ya Allah, sesungguhnya aku telah melepaskan amanat yang terpikulkan di atas tengkukku dan telah kuserahkan ke atas tengkuk Utsman." Orang-orang pun kemudian berdesakan membaiat Utsman di bawah mimbar. Ali Radhiyallahu 'anhu adalah orang yang pertama membaiatnya. Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Ali merupakan orang yang terakhir membaiatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Ibrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, telah kita ketahui bahwa tindakan pertama yang dila­kukan oleh Umar Radhiyallahu 'anhu adalah memecat Khalid bin Walid. Kebanyakan penulis kontemporer telah melakukan kesalahan dalam menanggapi masalah pemecatan ini. Mereka menjadikannya bahan untuk menggugat kedudukan Khalid, padahal penafsiran dari pemecatan ini dapat dilihat dengan jelas dalam tindakan Umar sendiri dalam ucapan yang diucapkan tentang Khalid dan dalam pujian yang disampaikannya kepada Khalid. Seperti telah kami sebutkan, Umar berkata kepada Khalid,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah, wahai Khalid, sesungguhnya engkau sangat ku­muliakan dan sangat kucintai." Umar kemudian menulis surat ke berbagai wilayah, menjelaskan sebab pemecatan Khalid bin Walid, "Sesungguhnya, aku tidak memecat Khalid karena kebencian dan tiduk pula karena pengkhianatan, tetapi aku memecat­nya karena mengasihani jiwa-jiwa manusia dari kecepatan se­rangan-serangannya dan kedahsyatan benturan-benturannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diberi tahu tentang sakitnya Khalid, Khalifah Umar yang waktu itu berada di suatu tempat langsung pergi ke tempat Khalid di Madinah dengan menempuh perjalanan selama semalam, padahal biasanya ditempuh selama tiga hari. Ketika Umar tiba di tempat tersebut, Khalid sudah wafat, lalu Umar mengucapkan, "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," dengan penuh kesedihan. Umar kemudian duduk di pintu rumah Khalid sampai selesai pengurusan jenazahnya. Ketika kematiannya ditangisi oleh sejumlah wanita lalu dikatakan kepada Umar, "Tidakkah engkau mendengarnya? Mengapa engkau tidak melarang mereka?" Umar menjawab, "Tidaklah apa-apa wanita-wanita Quraisy menangisi Abu Sulaiman selama tidak meratapi dan bukan karena kecemasan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengantar jenazahnya, Umar melihat seorang wanita Muslimah menangisinya. Umar lalu bertanya, "Siapa orang ini?" Dika­takan kepadanya, "Ibunya." Umar berkata penuh keheranan, "Ibunya? Itu sungguh mengagumkan (tiga kali)!" Umar kemudian berkata, "Apakah wanita lain yang melahirkan orang seperti Khalid?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, teks yang kami sebutkan di atas menegaskan bahwa Khalid meninggal dan dikebumikan di Madinah. Ini merupakan pen­dapat sebagian ahli sejarah. Akan tetapi, jumhur memandang bahwa sebenarnya Khalid meninggal dan dikuburkan di Hamsh (Suriah). Pendapat yang terakhir inilah yang dikuatkan oleh Ibnu Katsir di dalam al-Bidayah wan-Nihayah. Sebab, menurut riwayat yang kuat, setelah dipecat oleh Umar, Khalid melakukan ibadah umrah kemudian kembali ke Syam dan menetap di Syam sampai meninggal pada tahun 21 Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sikap Umar yang selalu memuji Khalid, baik di waktu masih hidup maupun sesudah kematiannya. Ibnu Katsir meriwa­yatkan dari al-Wakidi bahwa Umar pernah melihat rombongan haji datang dari Hamsh lalu ia bertanya, "Adakah berita yang harus kami ketahui?" Mereka menjawab,"Ya, Khalid telah wafat." Umar kemudian mengucapkan, "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un,’ lalu berkata, "Demi Allah, ia sangat mahir dan tepat menebas tengkuk-tengkuk musuh. Ia adalah seorang tokoh yang tepercaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian Umar kepada Khalid tersebut tidak bertentangan dengan sebagian sikap yang bersifat ijtihadiah yang memungkinkan terjadinya perbedaan antara keduanya kemudian masing-masing dari keduanya bertindak sesuai pandangan yang diyakininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya mereka yang menggugat kedudukan Khalid karena sikap Umar terhadapnya atau orang-orang yang menggugat kedudukan Umar karena sikap tersebut, mereka memahami permasalahan dari segala seginya dan membedakan antara sikap ijtihadiah yang dijamin mendapat pahala betapapun hasilnya dan penyimpangan pemikiran atau perilaku yang tidak mungkin dilakukan oleh para sahabat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, di antara hal paling menonjol yang dapat dicatat oleh setiap orang yang memperhatikan Khalifah Umar ialah kerja sama yang bersih dan istimewa antara Umar dan Ali Radhiyallahu 'anhum. Dalam khilafah Umar, Ali menjadi mustasyar awwal (penasihat pertama) bagi Umar dalam semua persoalan dan problematika. Setiap kali Ali mengusulkan suatu pendapat, Umar selalu melaksanakannya dengan penuh kerelaan sehingga Umar pernah berkata, "Seandainya tidak ada Ali, niscaya Umar celaka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abu Thalib dengan penuh keikhlasan dan kecintaan memberikan nasihat kepadanya dalam segala urusan dan persoalan. Seperti Anda ketahui bahwa Umar pernah meminta pendapatnya tentang keinginannya untuk berangkat sendiri memimpin pasukan guna memerangi orang-orang Persia, kemudian Ali menasihatinya dengan suatu nasihat yang mencerminkan kecintaannya kepada Umar. Ali menasihatinya supaya tidak berangkat, tetapi cukup dengan meng­gerakkan roda peperangan dengan orang-orang Arab yang ada di bawah kekuasaannya. Diperingatkannya, jika ia berangkat, hal itu niscaya akan menimbulkan berbagai peluang yang lebih berbahaya daripada musuh yang akan dihadang-Nya itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah menge­mukakan bahwa khilafah sesudahnya harus diserahkan kepada Ali Radhiyallahu 'anhu, apakah mungkin Ali Radhiyallahu 'anhu akan berpaling dari perintah Rasulullah tersebut dan mendukung orang-orang yang merampas haknya atau merampok kewajibannya dalam memegang khilafah dengan dukungan kerja sama yang demikian ikhlas dan konstruktif? Mungkinkah seluruh sahabat Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam mengabaikan perintah Rasulullah tersebut? Mungkinkah semua sahabat itu telah bersepakat -terutama Ali- untuk tidak melak­sanakan perintah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, sebagaimana khilafah Abu Bakar Radhiyallahu 'anhu datang pada saat yang tepat, di mana tidak layak pada saat itu kecuali Abu Bakar, demikian pula khilafah Umar. Beliau menjadi orang yang paling tepat untuk memegang khilafah pada saat itu. Di antara hal yang paling mulia yang pernah dilakukan Abu Bakar ialah mengokohkan kembali Islam sebagai bangunan dan negara serta keyakinan di dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jiwa, setelah terjadinya keguncangan menyusul kematian Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Hal paling agung yang pernah dilakukan Umar ialah memperluas futuhat Islamiyah ke ujung negeri-negeri Per­sia, Syam, dan Maghrib (Maroko). Membangun negeri-negeri Islam, membentuk berbagai diwan, dan mengokohkan pilar-pilar negara Islam sebagai negara peradaban yang paling kuat di permukaan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan sejauh mana hikmah Allah dalam memelihara para hamba-Nya dan mewujudkan sarana kebaikan dan kebahagiaan bagi mereka dalam kehidupan pribadi dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, kami mengatakan tentang cara pemilihan Khalifah Utsman sebagaimana yang telah kami katakan tentang Khalifah Umar. Menunjuk seorang pengganti dalam kekhalifahan (al-'ahdu bil-khalifah) merupakan proses yang ditempuh untuk Khalifah Umar dan Utsman. Perbedaan antara keduanya bahwa Abu Bakar menunjuk Umar secara langsung, sedangkan Umar menunjuk seorang penggantinya di antara enam orang yang menjadi anggota Majelis Syura kemudian menyerah­kan pemilihannya kepada kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah Anda ketahui, pemilihan Utsman di antara enam orang yang diajukan tersebut berlangsung dengan musyawarah dari keenam orang itu sendiri, kemudian dengan musyawarah dan baiat kaum Muslimin atau Ahlul Halli wal-'Aqdi. Ali Radhiyallahu 'anhu adalah salah seorang di antara enam orang yang ditunjuk dan merupakan orang yang pertama membaiat Utsman Radhiyallahu 'anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kita mengetahui secara gamblang bahwa kaum Muslimin sampai periode ini masih merupakan satu jamaah. Tidak ada seorang pun dari kaum Muslimin yang mempermasalahkan urusan khilafah atau mempertanyakan siapakah orang yang paling berhak memegangnya? Yang ada hanyalah proses musyawarah dan pembahasan dalam setiap tuntutan untuk memilih khalifah secara syar'i dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun usaha yang Anda kerahkan, sesungguhnya Anda tidak akan dapat menemukan, pada seluruh periode ini (khilafah Abu Bakar, Umar dan Utsman), adanya perdebatan atau diskusi tentang al-Qur'an atau Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah menunjuk ataukah tidak. Anda pun tidak akan menemukan kritik atau tindakan menya­lahkan cara yang ditempuh dalam proses pengangkatan ketiga khalifah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kapan dan atas dorongan apa terjadinya perpecahan yang telah memecah belah jamaah Muslimin menjadi dua kubu yang ber­tentangan karena masalah khilafah, padahal selama tiga periode khilafah, mereka hidup bersatu dan bekerjasama secara rapi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah ini akan kami sebutkan tatkala membahas Khalifah Ali Radhiyallahu 'anhu dan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Tarikhul Khulafa' dan Al-Bidayah wan-Nihayah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-800676825903369190?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/800676825903369190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/07/khalifah-umar-ibnul-khathab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/800676825903369190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/800676825903369190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/07/khalifah-umar-ibnul-khathab.html' title='Khalifah umar ibnul khathab'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-7786460121012810123</id><published>2009-05-30T05:37:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T05:38:58.845-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKLUMAT KEKHALIFAHAN'/><title type='text'>MAKLUMAT TERBENTUKNYA  KEMBALI KHILAFAH ISLAMIYAH</title><content type='html'>Dia Allah telah mensyariatkan bagi kalian agama,apa yang telah di wasiatkan,NYA kepada Nuh dan apa yang telah kami Wahyukan kepadamu dan apa yang telah kami wasiat kepada Ibrahim.Musa dan Isa,yaitu:Tegakkan agama dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya.Amat berat bagi orang orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya.Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendakiNYA dan memberi petunjuk kepadaNYA siapa yang kembali/bertaubat(asy-syuura:13).&lt;br /&gt;MEMAKLUMATKAN BAHWA;&lt;br /&gt;1  Diumumkan kepada seluruh kaum muslimin/muslimat dan segenap ummat manusia bahwa pada hari jum'at 13 Robi'ul Awwal 1418 H.bertpatan denga 18 juli 1997M,telah terbentuk sebuah organisasi islam sebagai wadah ummat islam dalam berjama'ah melali sistem kekhalifahan dan disebut KEKHALIFAHAN KAUM MUSLIMIN(khilafatul muslimin) yang di pimpin seorang khalifah/ Amirul mu'minin dan insya Allah  akan mendirikan perwakilanya di seluruh dunia dibawah seorang Amir bagi tiap-tiap wilayah atau negara.&lt;br /&gt;2  Jama'ah/ khilafatul muslimin ini berasaskan islam dan kemerdekaan,bertujuan memakmurkan bumi dan mensejahterakan ummat manusia melalui pelaksanaan ajaran Allah dan Rosulnya bersama kebebasan penerapan ajaran semua agama sebagai Prinsip Dasar Jama'ah tanpa memperkenankan seorang warganya membuat aturan/norma-norma yang bertentangan dengan agamanya sediri.&lt;br /&gt;3  Jama'ah/ khilafatul Muslimin ini akan menyelesaikan suatu perkara atau urusan yang menyangkut kepentingan ummat  melalui Musyawarah Kekhalifahan secara transparan/penuh keterbukaan dan kebebasan berlandaskan Akhlaqul kariimah.&lt;br /&gt;4  Jamam'ah/ Khilafatul muslimin ini akan berusaha maksimal untuk mewujudkan kerjasama antar ummat manusia sesuai ajaran demi keadilan dan kesejahteraan mereka  serta kelestarian alam semesta/ Rahmatan Lil Alamin.&lt;br /&gt;5  Jama'ah/ Khilafatul Muslimin ini cinta akan kedamaian dan tidak akan melancarkan permusuhan apalagi peperangan trehadap golongan manapun,kecuali hanya berkewajiban membela diri dari serangan kelompok/ golongan yang memeranginya.&lt;br /&gt;6  Khalifah/ Amirul mu'minin dan para Amir serta warganya akan berupaya membangun segala sarana kemanusiaan dan bergerak disegala bidang, diberbagai aspek kehidupan yang memungkinkan.&lt;br /&gt;7  SetiapAmir dalam satu wilayah perwakilan/ negara harus bersedia  bila dicalonkan sebagai pemimpin di negrinya sediri,dengan tetap mempertahankan Prinsip Dasar Jama'ah  dan pelestarian norma-norma/ hukum-hukumyang tidak bertentangan dengan ajaran agama.&lt;br /&gt;8  Warga jama'ah khilafatul muslimin ini adalah para pendaftar yang telah mendapatkan kartu tanda anggota warga Khilafatul Muslimin yang terdiri dari:&lt;br /&gt;     *Muslimin/Muslimah tanpa diskriminasi rasial,golongan kebangsaan maupun jabatan, dan berkewajiban menyerahkan infaq dan zakatnya ke Baitul Maal Kekhalifahan Islam.&lt;br /&gt;     *Non muslim yang mendambakan keadilan dan kesejahteraan ummat dan bersedia patuh terhadap Khalifah/ Amirul Mu'minin sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran agama yang mereka yakininya dan rela menyerahkan sumbangan menurut kemampuanya ke Baitul Maal Kekhalifahan Islam, demi kesejahteraan bersama lahir batin.&lt;br /&gt;9  Jama'ah/ khilafatul Muslimin ini telah menunjuk seorang figur sebagai Khalifah/ Amirul Mu'minin untuk sementara yaitu;" Al Ustad ABDUL QADIR BARAJA" sampai saat terselenggaranya Musyawarah di tingkat Internasioanal yang akan di ikuti insya Allah oleh para Amir dan Cendikiawan muslim untuk memilih dan menetapkan Khalifah/Amirul Mu'minin bagi segenap umamat islam secara konvensional.&lt;br /&gt;10  Diharapkan kepada seluruh cendikiawan dan para pakar ummat dimanapun berada,baik secara pribadi ataupun atas nama  kelompok/ golongan untuk dapat kiranya berpartisipasi dan menyampaikan tanggapannya ke Alamat Kantor Pusat Kekhalifahan Islam (khilafatul muslimin) d/a Masjid Al khilafah Jl.WR.Supratman Bumi Waras ,Teluk Betung  - Bandar Lampung - Indonesia.No  Fax  / Telp. (0721)474926  - 480093. Website;www.kemasulancimahi.blogspot.com./ email;arifsugianto@ymail.com/ www.alkhilafahmj.blogspot.com. email;alkhilafahmj@yahoo.co.id atau amir wilayah jawa barat: Hp.081322616964.Bekasi.Hp.0813100884563.Purwakarta.Hp.081388248748.Subang.Hp.081380083628.&lt;br /&gt;Bandung.Hp.081394145783.Soreang.Hp.081221330445.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali bertaubat kepadaNYA dan bertaqwalah kepadaNYA serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka, dan merekapun menjadi beberapa golongan.&lt;br /&gt;Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka sendiri.&lt;br /&gt;                                                          (Qs  Ar Ruum:31.32)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-7786460121012810123?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/7786460121012810123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/maklumat-terbentuknya-kembali-khilafah_30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/7786460121012810123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/7786460121012810123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/maklumat-terbentuknya-kembali-khilafah_30.html' title='MAKLUMAT TERBENTUKNYA  KEMBALI KHILAFAH ISLAMIYAH'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-5793750790775652743</id><published>2009-05-30T05:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T05:35:25.243-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemas&apos;ulan cimahi'/><title type='text'>KHILAFATUL MUSLIMIN KEMAS'ULAN CIMAHI</title><content type='html'>Kemas'ulan cimahi merupakan sebuah struktur terkecil dari jama'ah KHILAFATUL MUSLIMIN yang ada di kota cimahi yang bertugas mengajak seluruh kaum muslimin dan muslimat yang ada diseluruh kota cimahi untuk bersatu padu untuk menegakan sistem kepemimpin islam yaitu Kekholifahan Islam, tempat bersatu ummat islam diselurh dunia di bawah kepemimpinan seorang KHALIFAH(Amirul Muminin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-5793750790775652743?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/5793750790775652743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/khilafatul-muslimin-kemasulan-cimahi_30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/5793750790775652743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/5793750790775652743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/khilafatul-muslimin-kemasulan-cimahi_30.html' title='KHILAFATUL MUSLIMIN KEMAS&apos;ULAN CIMAHI'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-7662832727110635510</id><published>2009-05-30T05:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T05:32:15.294-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist tentang kekhalifahan'/><title type='text'>Kewajiban menegakan kekhalifahan islam</title><content type='html'>Dari Nu'man bin basyir radhiyallahu'anhu....dari Khudzaifah ,katanya, ;Rasulullah shallahu'alaihi wasallam bersabada: Masa kenabian itu berlangsung ditengah-tengah kalian selama yang dikehendaki oleh Allah,kemudian Dia mengangkatnya apa bila ia menghendaki untuk mengangkatnya.Kemudian berlangsung masa khilafah diatas manhaj kenabian selama yang dikehendaki oleh Allah.Kemudian Dia mengangkatnya apabila Allah menghendaki untuk mengangkatnya.Kemudian berlangsung masa kerajaan yang mengigit selama yang dikehendaki oleh Allah,Kemudian Dia mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.Kemudian berlangsung masa kerajaan yang sewenang-wenang selama yang dikehendaki oleh Allah,Kemudian Dia mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya.Kemudian akan ada khilafah diatas manhaj kenabian. Kemudian ia diam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-7662832727110635510?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/7662832727110635510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/kewajiban-menegakan-kekhalifahan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/7662832727110635510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/7662832727110635510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/kewajiban-menegakan-kekhalifahan-islam.html' title='Kewajiban menegakan kekhalifahan islam'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-8503776440512327282</id><published>2009-05-30T05:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T05:26:23.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafatul Muslimin'/><title type='text'>SUDAH SAATNYA UMAT ISLAM WAJIB MEMILIKI PEMIMPIN ISLAM DALAM SISTEMNYA SENDIRI</title><content type='html'>Hai orang orang yang beriman,taatilah Allah dan ROsulNYA,dan ulil amri di antara kamu,kemudian jika kamu berlainan tentang sesuatu,Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran)dan Rasul (sunnahnya),jika kamu benar benar beriman kepada Allah dan hari kemudin.yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya(QS.An Nisa:59).&lt;br /&gt;Allah memerintahkan kepada kita wajib untuk mentaati pemimpin islam(Amirul Mu'minin).Sedangkan kepemimpinan islam secara global atau menyeluruh bagi kaum muslimin tiada lain ialah seorang Khalifah.Hal ini dapat kita pelajari dari kenyataan sejarah islam sejak wafatnya Rasululloh SAW ,beliau diganti oleh seorang Khalifah yang bernama Abu Bakar Ashidiq.Kemudian setelah beliau wafat diangkat lagi Umar ibnul Khattab.Kemudian setelah beliau wafat diangkat lagi Usman bin Affan,kemudian setelah beliau wafat diangkat lagi Ali bin Abi Thalib sebagaimana yang kita kenal dengan AL KHULAFAURRASYDUUN AL-MAHDIYUN,dst...sampai runtuhnya kekhalifahan islam di turki(Khilafah Turki Utsmani) pada tahun 1924M.Walaupun mereka berpenampilan seperti Dinasti,namun tetap menyatakan diri sebagai seorang KHALIFAH,karena mereka berkeyakinan bahwa selain Khalifah bukanlah pemimpin bagi umat islam sedunia.&lt;br /&gt;Dan pada masa seorang khalifah menjadi pemimpin maka dalam waktu yang sama tidak ada pemimpin islam yang lain yang diangkat oleh kaum muslimin,seluruh kaum muslimin hanya memiliki pemimpin tuinggal yakni Khalifah.Dan pada kenyataan sejarah juga bahwa dalam kekhalifahan islam (Khilafah Islamiyah)tidak muncul satu kelompok atau satu golonganpun dari umat islam yang memiliki pemimpin yang lain selain Khalifah saja .serhingga umat benar-benar bersatu padu dan tidak berpecah belah,hal ini sesuai perintah AllahSWT dalam QS A li Imran.&lt;br /&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali(agama)Allah,dan janganlah kamu bercerai berai,dan ingatlah akan&lt;br /&gt;nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah)bermusuh-musuhan,maka Allah mempersatukan hatimu,lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah,orang-orang yang bersaudara;dan kamu telah berada ditepi jurang neraka ,lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.Demikianlah Allah menerngakan ayat-ayatNYA kepadamu,agar kamu mendapat petunjuk.(QS.AliImran:103).&lt;br /&gt;Atau juga dalam QS.As-Syuraa:13&lt;br /&gt;Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan NYA kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim.Musa,dan Isa yaitu:Tegakanlah agama[1340]dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.&lt;br /&gt;Amat berat bagi orang-orang musryik agama yang kamu seru mereka kepadanya.Allah menarik kepada agama itu orang yang di kehendakiNYA dan memberi petunjuk kepada (agama)NYA orang-orang yang kembali(kepadaNYA).QS.As-Syuraa;13.&lt;br /&gt;Dalil sejarah merupakan ibrah (pelajaran) bagi kita kaum muslimin bahwa bersatu padu itu artinya bersatu dalam memiliki dan mentaati seorang pemimpin.Itulah yang disebut dengan Kholifah atau Amirul Mukminin.&lt;br /&gt;Apa bila terdapat dua orang pemimpin kaum muslimin,maka harus segera di adakan islah agar pemimpin islam itu hanya seorang saja untuk seluruh ummat islam sedunia sebab manakala ada dua atau lebih pemimpin akan terjadilah perpecahan ummat islam.Sedangkan perpecahan akibat tidak satunya pemimpin bagi kaum muslimin adalah satu kemungkaran yang besar karena telah melanggar larangan Allah dalam ayat-ayat tersebut diatas .Kaum kafir yaitu yahudi dan musryikin berusaha denga sekuat tenaga untuk menghancurkan ummat islam dari berbagai penjuru dengan segala kekuatan yang ada mereka.Lihat QS.Al-Maidah:82.&lt;br /&gt;sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan musryikin dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata:Sesungguhnya Kami ini orang Nasrani."yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu(orang-orang Nasrani)terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib,(juga)karena Sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.(QS.AL-Maidah;82).&lt;br /&gt;Maka kalau umat islam tidak menyadari kewajban bersatu padu di bawah kepemimpinan Kholifah pasti akan terjadi kelemahan dan kaum kafir akan dengan mudah menguasai bahkan menghancurbinasakan ummat islam dan meruntuhkan seluruh tatanan kehidupan kaum muslimin ini bermakna turunnya azab Allah kepada kita semua.&lt;br /&gt;Mari kita fahami QS.AL-anfal:73.&lt;br /&gt;Adapun orang-orang yang kafir,sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain.jika kamu(hai para muslimin)tidak melaksanakan apa yang telah diperitahkan Allah itu(625),nicaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.(QS.Al-Anfal:73).&lt;br /&gt;Demikian juga Rasululloh SAW bersabda:&lt;br /&gt;BERJAMAAH ITU RAHMAT DAN BERFIRQOH(berpecah belah)AZAB.(HR&gt;Ahmad).&lt;br /&gt;Oleh karena itu kepemimpinan yang satu menjadi wajib secara mutlak bagi seluruh kaum muslimin dan berpecah belah yang ditandai dengan banyaknya pemimpin dikalangan kaum muslimin adalah haram secara mutlak.Maka dengan ini kami mengajak seluruh kaum muslimin dimana saja diseluruh dunia ini agar bersatu padu mendukung:TEGAKNYA KEKHALIFAHAN ISLAM.&lt;br /&gt;DAN BERSEGERALAH UNTUK MENYATAKAN BAI'AT.&lt;br /&gt;Wassalaam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-8503776440512327282?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/8503776440512327282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/sudah-saatnya-umat-islam-wajib-memiliki_30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/8503776440512327282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/8503776440512327282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/sudah-saatnya-umat-islam-wajib-memiliki_30.html' title='SUDAH SAATNYA UMAT ISLAM WAJIB MEMILIKI PEMIMPIN ISLAM DALAM SISTEMNYA SENDIRI'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-979927596448605409</id><published>2009-05-29T02:42:00.001-07:00</published><updated>2009-05-29T02:42:57.400-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEBUN HIKMAH'/><title type='text'>Kisah musab bin umair</title><content type='html'>Mus'ab bin Umair lahir dan besar dalam keluarga kaya raya. Ia dimanjakan dengan kemewahan, kasih sayang dan perhatian dari kedua orangtuanya. Ia senantiasa menggunakan pakaian termahal dan sepatu paling modis yang hanya bisa dipenuhi oleh keluarga kaya dan paling berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemuda, ia sangat dibanggakan oleh bangsa Quraisy. Bukan hanya karena ketampanan dan gayanya, melainkan juga karena kecerdasannya. Meski masih remaja, ia telah mendapatkan keistimewaan sehingga bisa menghadiri pertemuan-pertemuan yang digelar bangsawan Quraisy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara penduduk Mekkah saat itu, isu yang tengah berkembang adalah mengenai Muhammad, yang dikenal di kalangannya sebagai Al Amin (yang dapat dipercaya) -- Muhammad menyatakan diri bahwa Allah telah mengirimnya sebagai pengirim kabar baik dan pemberi peringatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mus'ab mendengar bahwa Muhammad dan mereka yang percaya terhadap ajarannya tengah berkumpul di rumah Arqam, di dekat bukit Safa. Untuk memuaskan keingintahuannya, Mus'ab memutuskan untuk mendatangi rumah tersebut dengan sikap bermusuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menemukan Rasulullah tengah mengajarkan pengikutnya tentang ayat-ayat Alquran dan mempraktikan sholat. Ia terpesona dengan apa yang ia lihat dan ia dengar. Kata-kata dalam Alquran telah memberikan kesan mendalam baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertemuan pertamanya dengan Rasulullah, Mus'ab muda kemudian memutuskan dirinya menjadi pengikut Muhammad. Ia menjadi seorang Muslim. Pikiran tajam, keteguhan hati, kebulatan tekad, kefasihan, dan karakternya yang menawan kini ia tujukan untuk melayani Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya masalah Mus'ab ketika ia memutuskan masuk Islam adalah kesulitannya dalam menghadapi ibu tercintanya yang bernama Khunnas bin Malik. Sang ibu adalah wanita yang keras hati dan berkuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menutupi kemuslimannya. Namun pada akhirnya, tabir pun tersingkap. Bangsa Quraiy geram mengetahui Mus'ab telah menjadi pengikut Muhammad. Mereka pun segera melaporkan hal ini kepada ibunda Mus'ab. Namun sebelum orang Quraisy tiba, Mus'ab memutuskan ia harus lebih dahulu menyampaikan kebenaran ini kepada sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan penjelasan anaknya, sang ibu yang begitu memanjakan puteranya ini menjadi sangat marah. Ia menarik Mus'ab ke sebuah sudut rumah dan mengikatnya. Mus'ab menjadi tawanan di rumahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan trik, Mus'ab akhirnya berhasil kabur dan bergabung bersama rombongan umat Muslim yang hendak pindah ke Abbyssinia dan menyeberangi Laut Merah menuju Afrika. Namun meski merasakan kedamaian dan keamanan di Negus, umat Muslim ingin kembali ke Mekkah dan bergabung bersama Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kerinduannya, ia pun menemui sang ibu. Peristiwa ini sangat menyedihkan bagi keduanya. Namun karena masing-masing tetap bertahan pada keyakinannya, maka pertemuan ini tetap tidak mempersatukan keduanya. Sang ibu bahkan mengusir Mus'ab dan menganggapnya bukan anaknya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mus'ab pun pergi dan meninggalkan segala kekayaan dan kemewahan yang selama ini ia nikmati. Ia menanggalkan segala kemewahan dan berpakaian layaknya orang biasa. Ia bertekad menggunakan segenap potensinya untuk mengembangkan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun berlalu sejak Rasulullah mengenalkan ajaran Islam untuk pertama kalinya, namun sikap orang Quraisy tetap sama. Mereka masih memusuhi Islam dan bersikap kasar terhadap para pengikutnya. Suatu hari Rasulullah meminta Mus'ab untuk pergi ke Yasrib untuk mengajarkan Islam kepada beberapa orang yang telah menganut Islam. Ia juga diminta mempersiapkan Madinah sebelum umat Islam berhijrah kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mus'ab dipilih Rasulullah untuk tugas ini dan ia terpilih dari sekian banyak sahabat yang jauh lebih tua darinya. Ia dipiliha karena ia memiliki wibawa lebih tinggi daripada sahabat yang lain. Selain itu, ia juga berasal dari kalangan bangsawan dengan perilakunya yang baik dan kecerdasannya. Pengetahuannya tentang ayat-ayat dalam Alquran dan kemampuannya untuk menyampaikannya dengan sangat indah telah menjadi salah satu alasan penunjukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mus'ab datang ke Madinah dan menjadi tamu dari Saad bin Ibnu Zurarah dari suku Khawarij. Bersama-sama, mereka mendatangi umat dan mengajarkan Islam serta ayat-ayat suci Alquran. Lewat tangannya, banyak penduduk Yasrib yang kemudian memeluk Islam. Bahkan, Usaid bin Khuydar, tokoh yang begitu membenci Islam, berhasil diyakinkannya dan menjadi Muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya Usaid, Mus'ab juga berhasil mengislamkan Saad bin Muaz dan Saad bin Ubadah yang merupakan petinggi Yasrib. Dengan masuk Islamnya ketiga orang tersebut, banyak penduduk Yasrib yang merupakan pengikut ketiga orang ini mengikuti jejak pimpinan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang dari setahun sejak kedatangannya di Yasrib, Mus'ab kembali ke Mekkah bersama 75 Muslim lainnya. Ia kemudian terlibat dalam berbagai pertempuran, antara lain perang Badar. Dalam perang itu, ia bahkan berhadap-hadapan dengan saudaranya, Abu Aziz bin Umair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perang Uhud, Rasulullah memanggil Mus'ab bin Umair atau dikenal sebagai Mus'ab al Khair (yang baik) untuk membawa panji Islam. Dalam pertarungan, nyawa Rasulullah terancam. Dengan semangat membara, di satu tangan Mus'ab memegang panji Islam, sementara tangan lainnya memegang senjata dan membasmi musuh. Tiba-tiba, seorang pria Quraisy berkuda mendekatinya dan memenggal tangan kanannya. Sambil mengucap nama Allah, Mus'ab pun terjatuh dan panji yang dibawanya ikut jatuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai peperangan, Rasulullah dan para sahabat mengunjungi medan perang. Ketika mereka menemukan tubuh Mus'ab, air matanya bercucuran. Syuhada itu tewas mempertahankan keagungan agamanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-979927596448605409?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/979927596448605409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/kisah-musab-bin-umair.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/979927596448605409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/979927596448605409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/kisah-musab-bin-umair.html' title='Kisah musab bin umair'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-5558807504747513345</id><published>2009-05-29T02:32:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T02:37:02.691-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEBUN HIKMAH'/><title type='text'>Flutuasi keimanan</title><content type='html'>Iman yang ada dalam hati seorang Muslim tidak tetap dalam satu keadaan, selalu mengalami perubahan. Terkadang naik, terkadang turun. Fluktuasi iman ini sudah disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, ''Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.'' (HR Ibn Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW tidak mengingkari keadaan iman yang demikian, oleh karena itu beliau mendorong dan memberi arahan kepada umatnya untuk selalu memperbaharui dan menjaga kondisi iman supaya jangan sampai turun drastis, yang pada akhirnya akan mengantarkan ke dalam jurang kehinaan. Karena dengan kondisi seperti itu akan mudah mengantarkan seseorang untuk berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat dan petunjuk Rasulullah itu betul-betul diperhatikan oleh para sahabatnya, karena mereka pun mengakui dan mengalami fluktuasi keimanan. Dalam hal ini Umar bin Khathab berkata kepada sahabat yang lain: ''Marilah kita perbaharui keimanan kita.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu'adz bin Jabal berkata, ''Marilah duduk bersama kami, untuk beriman sesaat.'' Perkataan Mu'adz ini bukan menunjukkan bahwa mereka tidak beriman sama sekali, tapi dia mengajak untuk meningkatkan keimanan setelah disibukkan oleh berbagai urusan dunia yang kadang menyebabkan kita lupa pada kondisi iman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menambah keimanan, di antaranya dengan menuntut ilmu, karena dengan ilmu itu akan mengantarkan orang untuk tahu akan Tuhannya. Allah berfirman: ''Sesungguhnya Allah mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.'' QS Annur [24]: 53).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain adalah dengan membaca, menelaah, mentadaburi Alquran. Sebagaimana firmannya, ''Katakanlah: Tuhanku menyuruhku untuk berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) dan sembahlah dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata kepada-Nya.'' (QS Al A'raf [7]: 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, di antara hal-hal yang menyebabkan keimanan seseorang menurun adalah perbuatan maksiat. Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya jika seorang Muslim berbuat dosa, maka terjadilah di hatinya satu bintik hitam. Jika ia bertaubat dan meninggalkan perbuatan itu maka bersihlah kembali hatinya. Jika tidak bertobat dan terus dosanya itu, maka bertambah banyaklah bintik hitam itu sehingga tertutup hatinya. Itulah ron (warna hitam) yang disebut dalam Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita menjaga keimanan kita dan senantiasa meningkatkannya, apalagi di zaman sekarang ini, di mana kemaksiatan semakin merajalela di tengah kita, yang apabila tidak waspada, bisa terperosok ke dalamnya. Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-5558807504747513345?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/5558807504747513345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/flutuasi-keimanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/5558807504747513345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/5558807504747513345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/flutuasi-keimanan.html' title='Flutuasi keimanan'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-5362662508364957450</id><published>2009-05-15T02:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-16T05:29:52.791-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEBUN HIKMAH'/><title type='text'>LOWONGAN DI NEGERI  AKHIRAT</title><content type='html'>Sebuah lowongan istimewa telah di persiapkan sebelum bumi ini di ciptakan.&lt;br /&gt;  lowongan ini terbuka bagi semua orang tanpa pengecualian,tanpa melihat pengalaman kerja,tanpa ijasah tanpa koneksi.&lt;br /&gt;  lowongan ini terbuka bagi semua pengangguran maupun sedang bekerja dengan latar belakang apapun, baik direktur,gubernur,tukang becak,perampok,koruptor,pembunuh,pendeta,kyai,para dermawan,dll.Setiap pelamar dijamin pasti diterima disalah satu posisi yang disediakan,bahkan yang tidak melamar sekalipun pasti diterima!&lt;br /&gt;    LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI;&lt;br /&gt;  A Penghuni syurga.&lt;br /&gt;  B Penghuni neraka.&lt;br /&gt;  UNTUK POSISI A.&lt;br /&gt;  DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SEBAGAI BERIKUT:&lt;br /&gt;  Sebelum kandindat diberi fasilitas final berupa syurga yang kekal abadi, kandindat dijamin akan memperoleh training outdor dan indoor,berupa:&lt;br /&gt;  1 Nikmat kubur.&lt;br /&gt;  2 Jaminan perlindungan di Padang Mahsyar.&lt;br /&gt;  3 Keselamatan meniti Sirath-al Mustaqim.&lt;br /&gt; Syurga memiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia.Rasulullah SAW bersabda,Demi Allah,dunia inin dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya kelaut;air yang tersisa dijarinya ketika diangkat itulah nilainya dunia(HR Mslim),Nikmat yang lebih indah dari syurga adalah'merasakan ridha Allah dan kesempatan merasakan'wajah'Allah,ini puncak segala kenikmatan,inilah kenikmatan yang tak mampu di bayangkan manusia,yaitu keindahan menikmati sifat-sifat dan kalam murni Allah yang maha pengasih dan penyayang.&lt;br /&gt;  UNTUK POSISI B.&lt;br /&gt;  DIPASTIKAN AKAN MENIKMATI BERAGAM KESEMPATAN DIBAWAH INI:&lt;br /&gt;  Kandindat dipastikn mendapat berbagai fasilitas,Neraka berupa alam terbuka dengan fasilitas pemanas ruangan yang bertemperatur sangat luar biasa panasnya.Bahkan bila sebutir pasir neraka dijatuhkan kemuka bumi maka mengeringlah seluruh samudera di muka bumi ini dan mendidihlah kutb es yang ada di muka bumi ini Bahkan bila seseorang di keluarkan dari dalamnya sekejab kemudian dipindahkan ketumpukan api unggunyang menyala-nyala  dimuka bumi ini maka iapun akan merasa lega.Neraka sangat luas, jadi para pelamar posisi ini tidak perlu kawatir tidak kebagian tempat.Para pelamar posisi ini juga tak perlu kawatir segra mati kalau dibakar,karena tubuh kita akan dibuat sedemikian rupa higga mampu memuai kalau dibakar(seperti kerupuk bila di goreng).Rasulullah SAW bersabda,Dineraka gigi seorang kafir akan (memuai) sebesar gunug Uhud,dan(tebal) kulitnya membentang sejauh tiga hari perjalanan"(diriwayatkan oleh Abu Hurairah,HR Muslim).Dalam hadits lain"Neraka dipegang oleh tujuh puluh ribu tali, dan setiap talinya dipegang oleh tujuh puluh ribu malaikat"(HR Muslim)Rasulullah SAW bersabda"Allah mempunyai malaikaat yang jarak antara kedua belah matanya adalah sepanjang seratus tahun perjalanan"(Abu Daud,Ibnu Hanbal).&lt;br /&gt; O,ya,fasilitasini juga meliputi makanan gratis yang mampu membakar isi perut,minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis yang berisi nanah dan darah.Beberapa pembantu gratis  juga disiapkan untuk menyayat  lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat.&lt;br /&gt; Selain fasilitas tersebut, para kandindat akan melewati masa training yang lamanya ribuan mencapai ribuan tahun,yaitu;&lt;br /&gt;  1 Training indoor didalam kubur berupa siksa kubur dan hidup'dalam kesengsarakan ditemani ular dan makluk aneh lainya serta wajah-wajah buruk selama bertahun-tahun didalam hingga ribuan tahun dialam barzakh tergantung kualitas amal ibadahnya dan dosa dosa yang ia lakukan .&lt;br /&gt;  2 Training outdor dilakukan di padang mahsyar selama ribuan tahun dalam suasana kepanikan dan huru- hara yang luar biasa.Bapak,ibu,anak dan saudara-saudara kita tak mampu menolong kita karena setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.Bahkan para nabipun tidak mampu menolong,kecuali nabi Muhamad SAW yang akan menolong ummatnya yang rajin bersholawat padanya.&lt;br /&gt;  SYARAT-SYARAT PELAMAR:&lt;br /&gt; -Tidak diperlukan ijasah,Tidak diperlukan koneksi atau uang sogok.&lt;br /&gt; -Tidak perlu bawa harta.Tidak perlu berwajah cantik,ganteng,berbadan tegap atau seksi.cukup membawa dokumen asli dari keimanan dan amal kita sendiri.&lt;br /&gt;  WAKTU WAWANCARA;&lt;br /&gt;  Wawancara tahap 1,dilakukan 7 langkah setelah pelayat terakhir meninggalkan kuburan kita.Sabda Rasulullah SAW;Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakan di dalam kubur,maka jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya kekuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu(hadits hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal).Perlu diketahui jadwal wawancara kita ini sudah ditentukan sejak roh kita ditiupkan kedalam tubuh kita semasa dalam kandungan ibu.&lt;br /&gt;  Wawancara tahap 2;hanya Allah yang tahu.Lokasi dan lamanya wawancara.&lt;br /&gt;  Wawancara tahap 1,dialam kubur(alam barzakh)selama beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya.&lt;br /&gt;  Wawancara tahap II,dilakukan pada hari penghisapan(hari pengitungan)selama beberapa hari hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya.Dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda;Bahwa jarak waktu pengadilan antara orang-orang kaya denga orang-orang miskin adalah 500 tahun.&lt;br /&gt;  Berbahagialah anda yang miskin selama didunia,yang memiliki sedikit harta untuk diminta pertanggungjawabannya(karena sebutir nasi yang anda buang akan diminta pertanggungjawabannya).&lt;br /&gt;  PEWANCARA;Wawancara tahap 1,dilakukan oleh Malaikat mungkar dan Nakir.Wawancara tahap II dilakukan langsung oleh sang Penguasa Hari Kemudian.&lt;br /&gt;  WAWANCARA HANYA BERISI 6 PERTANYAAN;&lt;br /&gt;1 Siapa TUhanmu?&lt;br /&gt;2 Apa Agamamu?&lt;br /&gt;3 Siapa Nabimu?&lt;br /&gt;4 Apa Kitabmu?&lt;br /&gt;5 Dimana Kiblatmu?&lt;br /&gt;6 Siapa Saudaramu?&lt;br /&gt;  Sungguh 6 pertanyaan yang sangat mudah,tapi sayangnya tidak bisa dihapal dari sekarang karena keimanan dan amal kitalah yang akan menjawabnya.&lt;br /&gt;  CARA MELAMAR;&lt;br /&gt;  Sekalilagi ini benar-benar rekrutmen yang sangat istimewa,tidak perlu melamar,siapa saja dijamin diterima bahkan untuk melamarpun Anda akan dijemput secara khusus.Dijemput oleh makluk sekaliber malaikat yang bernama Izroil.Ia akan menjemput kita kapan dan dimana saja kita berada(bisa jadi sebentar lagi).&lt;br /&gt;  BENARKAH LOWONGAN INI?&lt;br /&gt; Simaklah hadits dibawah ini sesungguhnya terlalu banyak rahasia alam ini yang tidak mampu kita ketahui,apalagi mengenai alam akhirat.Rasulullah SAW bersabda;Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak kalian sanggup kalian lihat.Kudengar suara gesekan dilangit(berkriut-kriut)langit sedemikian padatnya tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit karena langit di penuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT.Demi Allah sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui(TENTANG AKHIRAT)niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun,bahkan akan banyak menangis(karena takut).Dan niscaya kalian tidak akan pernah akan bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan kejalan-jalan(berteriak)untuk memohon (ampun )dan memanjatkan doa kepada Allah(meminta perlindungan dari bencana akhirat)yang akan ditimpakan'(HR Tirmidzi&amp; Al Bukhari)Sementara jutaan malaikat penuh dengan rasa takut dan hormat sedang bersujud kepada Allah ,dan sementara para malaikat peniup sangkakala sudah siap di depan trompetnya sejak alam ini diciptakan,sementara itu pula masih banyak diantara kita yang masih terlena dengan dunia ini.Tidak sadar ia bahwa dirinya sedang masuk dalam program penerimaan lowongan yang ada diakhirat.&lt;br /&gt; MAU MELAMAR KE KEPOSISI B?&lt;br /&gt; Mudah saja,hiduplah sesuka anda...&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--*+++++++++++++++++++++++++++++++++3&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-5362662508364957450?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/5362662508364957450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/lowongan-di-negeri-akhirat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/5362662508364957450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/5362662508364957450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/lowongan-di-negeri-akhirat.html' title='LOWONGAN DI NEGERI  AKHIRAT'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-760364015544756527</id><published>2009-05-07T23:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T23:48:44.548-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosialisasi umul quro bandung'/><title type='text'>SOSIALISASI KHOLIFAH DENGAN TOKOH MASYARAKAT DI TASIKMALAYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/SgPVrsC-4EI/AAAAAAAAABY/HapVWroaRaw/s1600-h/IMG_0129edit.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/SgPVrsC-4EI/AAAAAAAAABY/HapVWroaRaw/s320/IMG_0129edit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333341330271559746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-760364015544756527?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/760364015544756527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/sosialisasi-kholifah-dengan-tokoh_9892.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/760364015544756527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/760364015544756527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/sosialisasi-kholifah-dengan-tokoh_9892.html' title='SOSIALISASI KHOLIFAH DENGAN TOKOH MASYARAKAT DI TASIKMALAYA'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/SgPVrsC-4EI/AAAAAAAAABY/HapVWroaRaw/s72-c/IMG_0129edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7890579522160650373.post-5127108707981091432</id><published>2009-05-03T19:58:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T22:44:25.032-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKLUMAT KEKHALIFAHAN'/><title type='text'>MAKLUMAT TERBENTUKNYA  KEMBALI KHILAFAH ISLAMIYAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dia Allah telah mensyariatkan bagi kalian agama,apa yang telah di wasiatkan,NYA kepada Nuh dan apa yang telah kami Wahyukan kepadamu dan apa yang telah kami wasiat kepada Ibrahim.Musa dan Isa,yaitu:Tegakkan agama dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya.Amat berat bagi orang orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya.Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendakiNYA dan memberi petunjuk kepadaNYA siapa yang kembali/bertaubat(asy-syuura:13).&lt;br /&gt;MEMAKLUMATKAN BAHWA;&lt;br /&gt;1  Diumumkan kepada seluruh kaum muslimin/muslimat dan segenap ummat manusia bahwa pada hari jum'at 13 Robi'ul Awwal 1418 H.bertpatan denga 18 juli 1997M,telah terbentuk sebuah organisasi islam sebagai wadah ummat islam dalam berjama'ah melali sistem kekhalifahan dan disebut KEKHALIFAHAN KAUM MUSLIMIN(khilafatul muslimin) yang di pimpin seorang khalifah/ Amirul mu'minin dan insya Allah  akan mendirikan perwakilanya di seluruh dunia dibawah seorang Amir bagi tiap-tiap wilayah atau negara.&lt;br /&gt;2  Jama'ah/ khilafatul muslimin ini berasaskan islam dan kemerdekaan,bertujuan memakmurkan bumi dan mensejahterakan ummat manusia melalui pelaksanaan ajaran Allah dan Rosulnya bersama kebebasan penerapan ajaran semua agama sebagai Prinsip Dasar Jama'ah tanpa memperkenankan seorang warganya membuat aturan/norma-norma yang bertentangan dengan agamanya sediri.&lt;br /&gt;3  Jama'ah/ khilafatul Muslimin ini akan menyelesaikan suatu perkara atau urusan yang menyangkut kepentingan ummat  melalui Musyawarah Kekhalifahan secara transparan/penuh keterbukaan dan kebebasan berlandaskan Akhlaqul kariimah.&lt;br /&gt;4  Jamam'ah/ Khilafatul muslimin ini akan berusaha maksimal untuk mewujudkan kerjasama antar ummat manusia sesuai ajaran demi keadilan dan kesejahteraan mereka  serta kelestarian alam semesta/ Rahmatan Lil Alamin.&lt;br /&gt;5  Jama'ah/ Khilafatul Muslimin ini cinta akan kedamaian dan tidak akan melancarkan permusuhan apalagi peperangan trehadap golongan manapun,kecuali hanya berkewajiban membela diri dari serangan kelompok/ golongan yang memeranginya.&lt;br /&gt;6  Khalifah/ Amirul mu'minin dan para Amir serta warganya akan berupaya membangun segala sarana kemanusiaan dan bergerak disegala bidang, diberbagai aspek kehidupan yang memungkinkan.&lt;br /&gt;7  SetiapAmir dalam satu wilayah perwakilan/ negara harus bersedia  bila dicalonkan sebagai pemimpin di negrinya sediri,dengan tetap mempertahankan Prinsip Dasar Jama'ah  dan pelestarian norma-norma/ hukum-hukumyang tidak bertentangan dengan ajaran agama.&lt;br /&gt;8  Warga jama'ah khilafatul muslimin ini adalah para pendaftar yang telah mendapatkan kartu tanda anggota warga Khilafatul Muslimin yang terdiri dari:&lt;br /&gt;     *Muslimin/Muslimah tanpa diskriminasi rasial,golongan kebangsaan maupun jabatan, dan berkewajiban menyerahkan infaq dan zakatnya ke Baitul Maal Kekhalifahan Islam.&lt;br /&gt;     *Non muslim yang mendambakan keadilan dan kesejahteraan ummat dan bersedia patuh terhadap Khalifah/ Amirul Mu'minin sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran agama yang mereka yakininya dan rela menyerahkan sumbangan menurut kemampuanya ke Baitul Maal Kekhalifahan Islam, demi kesejahteraan bersama lahir batin.&lt;br /&gt;9  Jama'ah/ khilafatul Muslimin ini telah menunjuk seorang figur sebagai Khalifah/ Amirul Mu'minin untuk sementara yaitu;" Al Ustad ABDUL QADIR BARAJA" sampai saat terselenggaranya Musyawarah di tingkat Internasioanal yang akan di ikuti insya Allah oleh para Amir dan Cendikiawan muslim untuk memilih dan menetapkan Khalifah/Amirul Mu'minin bagi segenap umamat islam secara konvensional.&lt;br /&gt;10  Diharapkan kepada seluruh cendikiawan dan para pakar ummat dimanapun berada,baik secara pribadi ataupun atas nama  kelompok/ golongan untuk dapat kiranya berpartisipasi dan menyampaikan tanggapannya ke Alamat Kantor Pusat Kekhalifahan Islam (khilafatul muslimin) d/a Masjid Al khilafah Jl.WR.Supratman Bumi Waras ,Teluk Betung  - Bandar Lampung - Indonesia.No  Fax  / Telp. (0721)474926  - 480093. Website;www.kemasulancimahi.blogspot.com./ email;arifsugianto@ymail.com/ www.alkhilafahmj.blogspot.com. email;alkhilafahmj@yahoo.co.id atau amir wilayah jawa barat: Hp.081322616964.Bekasi.Hp.0813100884563.Purwakarta.Hp.081388248748.Subang.Hp.081380083628.&lt;br /&gt;Bandung.Hp.081394145783.Soreang.Hp.081221330445.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali bertaubat kepadaNYA dan bertaqwalah kepadaNYA serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka, dan merekapun menjadi beberapa golongan.&lt;br /&gt;Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka sendiri.&lt;br /&gt;                                                          (Qs  Ar Ruum:31.32)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7890579522160650373-5127108707981091432?l=kemasulancimahi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/feeds/5127108707981091432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/maklumat-terbentuknya-kembali-khilafah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/5127108707981091432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7890579522160650373/posts/default/5127108707981091432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemasulancimahi.blogspot.com/2009/05/maklumat-terbentuknya-kembali-khilafah.html' title='MAKLUMAT TERBENTUKNYA  KEMBALI KHILAFAH ISLAMIYAH'/><author><name>KHILAFATUL MUSLIMIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03453664922089873773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_vuLyl4voo44/Sf2LoRM4y1I/AAAAAAAAAAM/9EDoAhA1eQ8/S220/Image(07).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
